TINJAUAN HUKUM TENTANG PENGANGKATAN ANAK TERLANTAR DI BALI

  • I Gede Pasek Pramana Fakultas Hukum Universitas Udayana
Keywords: Neglected children, child adoption, balinese customary law

Abstract

Balinese customary law does not have strict rules on who can be adopted as a sentana (child). In general, the adopted child is male and originated from the same clan as the prospective adoptive parents. However, the adoption of a female child who is originated outside of the prospective adoptive parents clan and/or has no family relationship with the prospective adoptive parents  is also sometimes permitted. Nonetheless, Bali customary law in fact does not regulatematters on the neglected children. As a result, Balinese customary people seem like lack of legitimacy if they wish to adopt the neglected children as sentana. On the other side, the state law does provide space for every citizen to adopt neglected children as a form of human rights protection of children. Based on the theory of legal pluralism and the theory of semi-autonomous, the Balinese customary law shall be subject to the laws of the state. Hence, the adoption of the neglected children is actually able to be done by the Balinese customary people and still can be given legitimacy from the state law.

References

BUKU:
Atmaja, Jiwa, 2008, Bias Gender Perkawinan Terlarang Pada Masyarakat Bali, Udayana University Press
Djam’an Satori dan Aan Komariah, 2010, Metodelogi penelitian kualitatif, Alfabeta, Bandung
Griffiths, Jhon, 2005, “Memahami Pluralisme Hukum, Sebuah deskripsi Konseptual”, dalam Pluralisme Hukum Sebuah Pendekatan Interdisipliner, Huma, Jakarta.
Ihromi, T.O., 2001, Antropologi Hukum Sebuah Bunga Rampai, cet-2, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.
Korn, V.E., 1972, Hukum Adat Waris di Bali, Fakultas Hukum & Pengetahuan Masyarakat Universitas Udayana, Denpasar
_________, 2013, Bentuk-Bentuk Sentana Menurut Adat Bali Masa Kolonial, terjemahan I Gde Wayan Pangkat & Mien Joebaar, Udayana University Press, Denpasar.
Panetje, Mr. Gde, 2004, Aneka Catatan Tentang Hukum adat Bali, Cet. Ke-4, CV. Kayu Mas Agung, Denpasar.
Salim, H., Erlies Septiana Nurbani, 2013, Penerapan Teori Hukum Pada Penelitian Tesis dan Disertasi, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Sukerti, Ni Nyoman, 2012, Hak Mewaris Perempuan dalam Hukum Adat Bali Sebah Studi Krisis, Udayana Universty Press, Denpasar.
Surono Agus, 2013, Fiksi Hukum dalam Pembuatan Peratran Perundang-Undangan, Universitas Al-Azhar, Jakarta.
Windia, Wayan P. dan Ketut Sudantra, 2006, Pengantar Hukum Adat Bali, Cet. Ke-1, Lembaga Dokumentasi dan Publikasi Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar.
Windia, Wayan P., 2009, Perkawinan Pada Gelahang, Udayana Unversity Press, Denpasar.
Witanto, D. Y., 2012, Hukum Keluarga Hak dan Kedudukan Anak Luar Kawin Pasca Keluarnya Putusan MK Tentang Uji Materiil UU Perkawinan, Prestasi Pustaka Publisher.
Zaini, Muderis, 1999, Adopsi Suatu Tinjauan Dari Tiga Sistem Hukum, cet. ke-3, Sinar Grafika, Jakarta.

PERATURAN PERUNDANG- UNDANGAN :

Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5606
Peraturan Pemerintahan No. 54 Tahun 2007 Tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4768.
TESIS :
I Made Wahyu Chandra Satriana, 2013, “Kebijakan Formulasi Keadilan Restoratif Dalam Sistem Peradilan Pidana”, (tesis) Program Studi Magister (S2) Ilmu Hukum Universitas Udayana, Denpasar.
KAMUS :
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1989, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta.