PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN MEDIA VIDEO BERPARTISIPATIF TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA UNMAS DENPASAR DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI

  • Ida Bagus Ari Arjaya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ni Wayan Ekayanti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: Model Inkuiri, Video Berpartisipasi, Hasil belajar, Motivasi Berprestasi

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang diberikan model pembelajaran konvensional (pre-test) dengan mahasiswa yang diberikan perlakuan dengan model inkuiri (post-test). 2) menganalisis perbedaan hasil belajar pada mahasiswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi antara model pembelajaran konvensional (pretest) dengan model inkuiri (post-test). 3) menganalisis perbedaan hasil belajar pada mahasiswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah antara model pembelajaran konvensional (pretest) dengan model inkuiri (post-test). Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian pre-eksperimental yang menggunakan mengunakan dua jenis instrument yaitu instrumen motivasi berprestasi mahasiswa dan instrument hasil belajar mahasiswa dan menggunakan teknik analisis Wilcoxon Signed Rank Test yang akan dianalisis dengan menggunakan bantuan software SPSS 17 for Windows. Media pembelajaran yang diintegrasikan pada kedua buah model pembelajaran di dalam penelitian ini adalah media video berpartisipasi. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar mahasiswa yang mengikuti Model Pembelajaran Inkuiri dengan Model Konvensional. Hal ini didukung oleh data hasil analisis deskriptif yang menyatakan bahwa hasil belajar mahasiswa yang mengikuti Model Pembelajaran Inkuiri (X   = 82,22) lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar mahasiswa yang mengikuti Model Pembelajaran Konvensional (X = 76,11), 2) Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara Model Pembelajaran Konvensional dengan Model Inkuiri pada mahasiswa yang motivasi berprestasinya tinggi. Dalam hal ini mahasiswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi pada kelompok treatment memiliki hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa pada kelompok kontrol, 3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara Model Pembelajaran Inkuiri dengan Model Pembelajaran Konvensional. Dalam hal ini mahasiswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah pada kelompok treatment memiliki hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa pada kelompok kontrol.

References

Candiasa, I M. (2010). Pengujian Instrumen Penelitian Disertai Aplikasi ITEMAN dan BIGSTEPS. Singaraja: Unit Penerbit UNDIKSHA.
Cohen, L. (1976). Educational Research in Clasroom and Schools A Manual of Materials an Methods. San Francisco: Harper & Row Publishers.
Gulo. W. (2004). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana.
McClelland, D. (1987).Human Motivation. New York: Cambridge University.
Marimuthu, R., & Soon, G. (2005). The DynEd language learning software: To what extent does it subscribe to the ARCS Institutional Model?. Malaysian Online Journal of Instructional Technology.2(3), 9–16.
Sucianna. (2009). Upaya Mengembangkan Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar Dengan Mengunakan Pendekatan Somatis, Auditori, Visual, dan Intelektual. Sumedang : Proseding Kompendas.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.Bandung: CV. Alfabeta.
Suryabrata, S. (2000). Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Yogyakarta: Andi Offset.
Winkel, W. S. (1991). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar.Jakarta: PT Gramedia.