PENINGKATAN KEMAMPUAN BERDEKLAMASI MELALUI METODE DEMONSTRASI LANGSUNG PADA SISWAKELAS VIIA SMP NEGERI 3 KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2013/2014

  • Ni Made Rai Purnamayanti Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • IGA Pt. Tuti Indrawati Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ni Luh Sukanadi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: Metode Demonstrasi Langsung, Berdeklamasi

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode demonstrasi langsung dengan cara mendeklamasikan puisi dapat meningkatkan ketrampilan berbicara siswa kelas VIIA SMP N 3 Kediri Tahun Pelajaran 2013/2014. Adapun teori-teori yang dipakai acuan dalam penelitian ini adalah: (1) pengertian puisi, (2) jenis-jenis puisi, (3) tujuan pengajaran puisi, (4) pengertian deklamasi, (5) tujuan deklamasi, (6) langkah-langkah persiapan deklamasi, dan (7) pengertian metode demonstrasi. Jenis penelitian ini menggunakan prosedur yang terdiri dari; (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, evaluasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh siswa-siswa kelas VIIA SMP N 3 Kediri Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 30 orang terdiri dari 15 orang perempuan dan 15 orang laki-laki. Metode pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah: (1) metode observasi, (2) metode tes. Data-data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Betitik tolak dari hasil penyajian penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) penerapan metode demonstrasi melalui berdeklamasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas VIIA SMP N 3 Kediri Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan peningkatan nilai rata-rata dari tes awal, siklus I, siklus II, siklus III, dengan rincian sebagai berikut: pada tes awal diperoleh nilai 40, pada siklus I diperoleh nilai 50, pada siklus II menjadi 60, dan meningkat menjadi 79 pada siklus III. Pada siklus III menunjukkan pencapaian KKM 75 telah terpenuhi dan tingkat ketuntasan 100%  telah tercapai, dan (2) dengan menggunakan langkah-langkah yang tepat dalam penerapan metode demonstrasi langsung, maka terjadi peningkatan pada nilai rata-rata siswa.

References

Aftarudin, P. (1983). Pengantar Apresiasi Puisi. Bandung : Angkasa.
Aminudin. (1995). Pengantar Apresiasi Puisi. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Antara, I. G. P. (1985). Apresiasi Puisi. Denpasar : CV Kayu Mas.
Arikunto, S. dkk. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Badudu. (1979). Membina Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Prima.
Dimyati, dkk. (1993). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Depdikbud.
Netra, I. B. (1974). Statistik Inferensial. Surabaya: Usaha Nasional.
Nurkancana, W. & S. (1986). Evaluasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Roestiyah. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Situmorang, B. P. (1983). Puisi dan Metodelogi Pengajaran. Ende Flores: Nusa Indah.
Sumantri, M., dkk. (1998/1999). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud.
Tarigan, H. G. (2000). Membaca Suatu Ketrampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Wardani. (2003). Metodelogi Penelitian. Depdikbud: Yogyakarta.
Waluyo, H. J. (1986). Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.