PENGUATAN EKSISTENSI PETERNAK MELALUI INTEGRASI PEMELIHARAAN BABI DENGAN USAHATANI PISANG BATU

  • Dian Tariningsih Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Made Tamba Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: peternak babi, pengomposan, integrasi, pisang batu, pelatihan, pendampingan

Abstract

Pemeliharaan babi kedua mitra dilakukan secara intensif dengan mengandalkan pakan komersial yang dapat dibeli di toko pakan ternak terdekat. Disamping usaha peternakan babi, peternak juga melakoni usahatani pisang batu dengan output berupa daunnya. Usaha ternak babi belum diintegrasikan dengan usahatani pisang batu oleh kedua mitra. Tujuan dari IbM ini adalah untuk mengintegrasikan usaha peternakan babi dengan usahatani pisang batu. Solusi yang ditawarkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh kedua mitra adalah (1) Peternak diberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah kotoran babi dan pelepah pisang batu menjadi kompos, (2) Peternak diberikan bantuan bangunan instalasi pembuatan kompos untuk pengolahan limbah kotoran babi dan pelepah pisang menjadi kompos, (3) Peternak diberikan pelatihan dan pendampingan penggunaan probiotik untuk ditambahkan pada pakan ternak babi, (4) Peternak diberikan pelatihan dan pendampingan dalam memupuk tanaman pisang dengan menggunakan kompos, (5) Peternak diberikan pelatihan dan pendampingan untuk memanfaatkan batang pisang batu untuk digunakan sebagai campuran pakan babi induk, dan (6) Peternak diberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan mikro organisme local (MOL) untuk mempercepat pengomposan. Untuk meningkatkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih baik, maka pelaksanaan program IbM menggunakan pendekatan Technology Tranfer (TT), Disfusi  Ipteks dan entrepreneurship Capacity Building melaluibantuan bangunaninstalasi pengolahan limbah kotoran babi menjadi kompos, demplot pengolahan kotoran babi dan pelepah pisang batu menjadi kompos, demplot usahatani pisang batu berbasis organic, pelatihan dan pendampingan pembuatan kompos, pelatihan dan pendampingan pembuatan MOL, pelatihan dan pendampingan pembuatan pembukuan, pelatihan dan pendampingan pemanfaatan batang pisang batu untuk pakan babi induk.Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa babi induk kurang respon diberikan pakan yang bercampur dengan batang pisang batu. Ternak babi memerlukan waktu yang relative lama untuk beradaptasi dengan pakan konsentrat yang dicampur dengan batang pisang batu. Pembuatan kompos dari kotoran babi yang dicampur dengan pelepah pisang batu juga membutuhkan waktu yang relative lama (30 hari), karena pakan babi yang diberikan bercampur dedak yang kental dengan bahan selulose lebih lama diurai oleh mikroorganisme. Pemberian probiotik pada pakan belum menunjukkan hasil yang signifikan.Disarankan agar peternak bersabar dalam melatih induk babi agar mau beradaptasi dengan pakan yang dicampur batang pisang batu. Pemanfaatan kotoran babi menjadi kompos agar dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kesuburan tanaman pisang batu. 

References

Hardianto, R. 2010. Pengembangan Teknologi Sistem Integrasi Tanaman Ternak Model Zero Waste. BPPT. Jawa Timur.
Section
Articles