MODEL PENGEMBANGAN USAHA PENDEDERAN IKAN NILA DI DESA SANDING, KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR

  • Dian Tariningsih Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Made Diarta Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Gusti Ary Suryawathy Universitas Mahasaraswati Denpasa
Keywords: pendederan, ikan nila, probiotik, efisiensi, daya saing

Abstract

Penelitian ini akan dilaksanakan selama dua tahun. Adapun tujuan khusus penelitian tahun I adalah sebagai berikut. (1) Menganalisis cost dan return  percobaan intensifikasi pendederan ikan nila dengan pemberian probiotik pada pakan komersial, (2) Menganalisis tingkat efisiensi teknis usaha pendederan ikan nila, (3) Menganalisis tingkat efisiensi alokatif dan efisiensi ekonomis usaha pendederan ikan nila, dan (4) Menganalisis daya saing ikan nila. Penelitian ini merupakan kolaborasi penelitian survai dan eksperimen. Survai dilaksanakan terhadap 136 orang pelaku usaha pendederan ikan nila yang telah memproduksi benih ikan nila, sebagai sumber data untuk analisis fungsi produksi usaha pendederan ikan nila, efisiensi teknis dan ekonomis, analisis keuntungan finansial dan daya saing ikan nila. Eksperimen dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik pada pakan terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila.  Eksperimen  menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 (lima) perlakuan dan 3 (tiga) kali ulangan. Populasi penelitian ini adalah para pelaku usaha pendederan ikan nila yang berjumlah 136 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Pengaruh pemberian probiotik pada pakan terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila dianalisis menggunakan analisis varians. Efisiensi pemanfaatan faktor produksi dianalisis menggunakan pendekatan fungsi keuntungan Cobb-Douglas, sedangkan daya saing ikan nila dianalisis dengan pendekatan matriks analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemberian probiotik 10 ml/kg pakan komersial menghasilkan laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila tertinggi. (2)Efisiensi teknis pendederan ikan nila relatif rendah yang ditunjukkan oleh koefisien teknis fungsi produksi Cobb-Douglas sebesar 1,45; (3) pendederan ikan nila di Desa Sanding tidak efisien baik dari segi alokatif maupun ekonomis; dan (4) produksi pendederan ikan nila di Desa Sanding memiliki daya saing yang ditunjukkan oleh koefisien PCR sebesar  0,44  dan koefisien DRC sebesar 0,49. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan agar penggunaan faktor produksi benih ikan, pakan, dan luas kolam perlu dikurangi secara proporsional yakni, benih ikan menjadi  3 kg, pakan menjadi 60 kg, dan luas kolam menjadi   75  m2 serta harga pakan disubsidi 25%.

References

Anggriani, R., Iskandar, dan Taofiqurohman, A. 2012. Efektivitas Penambahan Bacillus sp Hasil Isolasi dari Saluran Pencernaan Ikan Patin pada Paakan Komersial Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Benih Ikan Nila Merah (Oreochromis Niloticus). Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 3, No. 3 September 2012. ISSN 2088 – 3137.
Debertin, D. L. 1986. Agricultural Production Economics. New York: Macmillan Publishing Company.
Fuller, R. 1987. A Review Probiotics in Man and Animal. Journal of Applied Bacteriology 66:365-37
Monke, E.A. dan Pearson, S.R. 1989. The Policy Analysis Matrix for Agriculture Development. Ithaca and London: Cornel University Press.
Section
Articles