PENDEKATAN ARTISTIK DALAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN: PENGEMBANGAN MODEL INOVASI KEAKRASAAN UNTUK PEMBERDAYAAN

  • Putu Sri Astuti Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I made Legawa Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ida Bagus Ketut Perdata Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: pendidikan keaksaraan, inovasi, pemberdayaan, pendekatan artistik.

Abstract

Pendidikan keaksaraan tidak hanya diperlukan dalam menangani buta huruf, tetapi lebih dari itu sangat diharapkan dapat membantu setiap anggota masyarakat menambah pengetahuan, sikap, dan keterampilannya, sehingga mereka dapat memiliki pengertian dan kesadaran guna memahami potensi sosial, ekonomi dan politik, serta perlahan mau dan mampu meningkatkan taraf dan mutu hidupnya. Penelitian ini akan dilaksanakan selama dua tahun. Pada tahun I, tujuan khusus penelitian ini adalah  (1) Menganalisis peningkatan pengetahuan membaca, menulis, berhitung, mendengarkan, berkomunikasi dan life skill peserta didik, (2) Mengimplementasikan pembelajaran inovasi keaksaraan untuk pemberdayaan melalui pendekatan artistik, (3) Merancang model pengembangan inovasi keaksaraan untuk pemberdayaan berbasis pendekatan artistik  dalam bentuk silabus, satuan acara pembelajaran, dan hand out pembelajaran. Pada tahun kedua penelitian ini bertujuan (1) Mennguji coba model hasil penelitian tahun I, (2) Mengembangkan pendekatan artistik digital untuk inovasi keaksaraan, dan (3) Mengevaluasi dan merevisi model untuk menghasilkan paket pembelajaran keaksaraan untuk pemberdayaan berbasis pendekatan artistic. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), dengan proses fleksibel yang memungkinkan aksi (perubahan dan perbaikan), dan penelitian (pengetahuan dan pemahaman) diperoleh secara bersamaan, sehingga dapat memberikan kontribusi praktis dalam mencari solusi permasalahan, dan meningkatkan aset pengetahuan komunitas sains sosial. Rancangan penelitian ini merupakan PTK dengan dua siklus, masing-masing siklus dilakukan dengan tiga kali presentasi power point. Subyek penelitian ini adalah peserta pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang berjumlah 30 orang yang terbagi dalam tiga kelompok. Obyek penelitian adalah kemampuan membaca, menulis, berhitung, berkomunikasi, dan life skill peserta didik. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Tahapan-tahapan penelitian yang akan dilakukan di tempat penelitian dimulai dari refleksi awal, dan dilanjutkan dengan siklus I. Setelah melakukan análisis dan refleksi terhadap kendala yang dihadapi pada siklus I, penelitian akan dilanjutkan pada siklus II. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data kemampuan membaca, menulis, berhitung, mendengarkan, berkomunikasi, daan ketrampilan (life skill). Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab semua tujuan dalam penelitian ini, adalah metode analisis deskriptif kualitatif, dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pendekatan artistik dalam pendidikan keaksaraan mampu meningkatkan kemampuan keaksaraan (membaca, menulis, berhitung, mendengarkan, dan berbicara) warga belajar, (2) Secara keseluruhan kemampuan keaksaraan warga belajar pada akhir siklus II berada dalam kategori sangat baik, dan tidak ada warga belajar yang berada dalam kategori kurang (belum melek aksara). Disarankan agar warga belajar secara aktif memfungsikan kemampuan keaksaraannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga kemampuan keaksaraannya tetap terasah dan tidak mengalami degradasi.

References

Astuti, P.S., dan Brata, I.B., 2011. Partisipasi dan Prestasi Belajar Wanita dalam Program Pendidikan Keaksaraan Fungsional di Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem. Laporan Penelitian Kajian Wanita. DP2M Dikti.
Hatten, M.J. 1996. Lifelong Learning: Policies, Practies and Programs. Toronto: APEC Publications
Sumardi, K. 2009. Pendidikan Keaksaraan Dasar Melalui Metode Kombinasi Bagi Wanita Miskin dan Tuna Aksara di Pedesaan Indonesia. Jurnal Educationist, Vol. III, No.1.
Section
Articles