KAPASITAS KELEMBAGAAN USAHA KECIL (Studi Kasus pada Usaha Konfeksi di Wilayah Sentra Cigondewah Bandung)

  • Dindin Abdurohim BS Program Studi Administrasi Bisnis, Fisip-Universitas Pasundan Bandung
Keywords: Kapasitas Kelembagaan, Usaha Kecil

Abstract

Usaha kecil konfeksi di wilayah Sentra Cigondewah memiliki peranan dan kontribusi dalam perekonomian Kota Bandung, melalui kontribusi terhadap jumlah unit usaha, sebanyak 169 unit usaha, dan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.118 orang. Permasalah pokok yang di hadapi usaha kecil konfeksi sebenarnya bukan terletak pada permasalahan modal, pemasaran, tenaga kerja, teknologi, dan pasar saja, akan tetapi permasalahan yang lebih utama terletak pada kapasitas kelembagaan. Tipe penelitian adalah deskriptif - eksploratif, pendekatan dalam penelitian adalah kualitatif dengan metode induktif, dengan strategi penelitian studi kasus. Fokus penelitian meliputi kapasitas kelembagaan, tahapan pengembangan kapasitas kelembagaan, dan tingkatan pengembangan kapasitas kelembagaan. Lokasi penelitian adalah usaha kecil konfeksi di wilayah Sentra Cigondewah Kota Bandung dan pihak terkait, Informan di pilih berdasarkan signifikan peran terhadap pengembangan kapasitas kelembagaan dari kedua unsur tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pengumpulan dokumen terkait. Kapasitas kelembagaan usaha kecil konfeksi belum optimal. Hal ini terbukti dari kapasitas dalam menggunakan sumber dayanya masih terbatas, seperti: kapasitas penggunaan tenaga kerja, fasilitas, sistem (aturan kerja), pengangaran, pemberian mandat (kewenangan) dan struktur organisasi. Berdasarkan temuan peneliti, kondisi tersebut terjadi disebabkan : pemilik usaha masih memiliki keterbatasan dalam cara berpikir dan bertindak (sikap mental), kurang semangat, dan keterbatasan ilmu pengetahuan dalam mengelola usaha Sedangkan dari lingkungan usaha belum jelas dan konsistensinya informasi, regulasi dari pihak pemerintah Kota Bandung. Satu temuan yang menunjukan karakteristik usaha  kecil konfeksi  di wilayah Sentra Cigondewah Kota Bandung aspek networking atau jaringan usaha yang merupakan aspek yang sangat penting bagi keberadaan, kemampuan bertahan, dan keberlanjutan usahanya. Berdasarkan uraian  temuan – temuan penelitian, kapasitas kelembagaan usaha kecil konfeksi di wilayah Sentra Kota Bandung, nenunjukan lemahnya kemampuan kewirausahaan seperti: semangat, sikap, tindakan dan ilmu pengetahuan dalam menjalankan usaha. Satu temuan yang menunjukan karakteristik usaha  kecil konfeksi  di wilayah Sentra Cigondewah Kota Bandung, yaitu networking yang merupakan aspek yang sangat penting bagi keberadaan, kemampuan bertahan, dan keberlanjutan usahanya. Peneliti memperoleh konsep baru bagi pengembangan Ilmu Administrasi Bisnis, dalam hal pengembangan kapasitas kelembagaan usaha kecil yaitu konsep Kompetensi Kewirausahaan Berbasis Nerworking. 

References

Borner, Silvio, Aymo Brunetti, & Beatrice Weder. 1992. Institutional Obstaclesto Latin American Growth. San Francisco : An International Center for Economic Growth Publication ICS Press Brown, Lisanne; LaFond Anne; Macintyre, Kate, 2001.Measuring Capacity. Building, Carolina Population Centre/University of North Carolina.
BPS Kota Bandung, 2012. Data Basis Pembangunan Kota Bandung, Penerbit : Badan Pusat Statistik Kota Bandung.
..................2013. Data Basis Pembangunan Kota Bandung, Penerbit : Badan Pusat Statistik Kota Bandung.
...................Provinsi Jawa Barat, 2013. Jabar Dalam Angka 2013 - Pusdalisbang Jabar.
...................& BAPEDA, 2014. Data Basis Pembangunan Kota Bandung 2014 Kerjasama BPS & Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bandung. Bandung. Penerbit : Badan Pusat Statistik Kota Bandung.
Creswell, John W. 1998. Research Design : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Edisi ketiga. Diterjemahkan Oleh : Achmad Fawald, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
...................2010. Research Design : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Diterjemahkan Oleh : Achmad Fawald, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Eaton, Joseph W. 1986. Pembangunan Lembaga dan Pembangunan Nasional: Dari Konsep Ke Aplikasi(Asli:Institutional Building : from concept to application). (Editor), Guritno, Pandam & Jeni, (Penerjemah), Swasono, Sri Edi (Penyuntung), Universitas Indonesia (UI-Press) Cetakan Pertama, Jakarta:Indonesia.
Goodman, R.M.,Speers, M.A.,McLeroy, K.,et.al.,1998. Identifying and Devining the Dimension of Community Capacity to Provide a Basis for Meansurement. Health Education and Behavior. Vol.25 (3).
GTZ, 2005. Support For Dezentralizaton Measure, Guidlines on The Capacity Building in the Regions. Jakarta : P4D.
Haryanto, 2014. Pengembangan Kapasitas Kelembagaan (Institutional Capacity Development) Teori dan Aplikasi. Jakarta : Penertbit AP21-Pres.
JICA, 2004. Perspective for Perceiving Capacity. Chapter 2. http://jica-ri.jica. go. jp/IFICandJBICI-Studies/english/publications/reports/study/ capacity/ 200809/pdf/02.pdf.
Koentjaraningrat.1994. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Purstaka Utama.
Leković,Vlastimir.2011. Interaction of Formal and Informal Institutions –Impact on Economic Success. Facta Universitatis. Series: Economics and Organization Vol. 8, No 4, 2011, pp. 357 – 370.http://facta.junis.ni.ac.rs /eao/eao 2011 04/eao201104-03.pdf.
Mahsun, Mohamad, 2006. Pengukuran kinerja, Edisi. Pertama,Penerbit BPFE: Yogyakarta
Miles, M.B, Huberman, A.M. 1994. Qualitative data Analysis, Second Edition, New Delhi :Sage Publication.http://sangit26.blogspot.co.id/2011/07/ analisis-data-penelitian-kualitatif.html.
Millen, 2012. Dalam laporan Tim Peneliti STIA LAN Makasar. http://digilib. unila.ac.id/ 10673/13/BAB%20II.pdf.
Mohammad Jafar Hafsah, 2004. Upaya Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Infokop Nomor 25 Tahun XX,hlm. 41-43,http://www. Smecda. com/deputi/file_infokop/edisi.._ukm.pdf.
Neuman, W. Lawrence, 1997. Social Research Method : Qualitative and Quantitative Approach. Third Edition. Nedhan Higthts, Boston : Ally & Bacon.
North, Douglass C, 1990. Institutions, Institutional Change and Economic Performance. Cambridge: Cambridge Univercity Prees.
...................1991. Institutions. The Journal of Economic Perspectives, Published by American Economic Association.
.................. Edited by John Harriss, Janet Hunter, and Colin M Lewis,1995.The New Institutional Economics And Third World Development, Routledge (Taylor and Francis Group), London and New York.
..................and Knight, Jack, 2003“Explaining Economic Change: The Interplay Between Cognition and Institutions.https://www.coase.org/niereading listnorthnye2003.htm.
Tony Djogo, Sunaryo, Didik Suharjito, dan Martua Sirait (2003). Kelembagaan dan Kebijakan dalam Pengembangan. Penerbit : ICRAF, Bogor – Indonesia.
United Nation Development Programme. 2004. Reducing Disaster Risk: A Challengen for Development. New York:UNDP. www.undp.org/ cpr/ whats_ new/rdr_english.pdf.
Uphoff, Norman.T, 1986. Locol Institutional Development. An Analitycal Sourcebook zoith Cases. West Hartford Connecticut: Kumarian Press.
Vernon W.Ruttan and Yujiro Hayami, 1984. Towards a Theory of Induced Institutional Innovation. dalam Can Economic Growth be Sustained. Oxford Press University, 2011.
http://geriwihandyka.blogspot.co.id/2015/01/kelembagaan.html.
World Bank.1980. The World Bank and lnstitutional Development: Experience and Directions for Future Work. Washington DC: World Bank Projects Advisory Staff'.
..................1990. Indonesia Strategy For a Sustained Reduction of Poverty, Washington D.C. The Word Bank.
..................1992. Issues for Infrastructure Manangement in the 1990s,(Word Bank Discussion Paper.Paperback – July1).
Zenger, Todd R; Sergio G.Lazzarini; and Laura Poppo, 2002. Informal and Formal Organization in New Institutional Economics. Emerald Group Publishimg, Ltd. http://www. emeraldinsight. com/journals..782117 &show.
Sumber Lain :
Kepwal 2009. Surat Keputusan Walikota Bandung,No.530/Kep.295 - DISKUKM. PERINDAG/2009. Tentang Tim Revitalisasi Kawasan Sentra Industri
Sepatu Cibaduyut, Jean’s Cihampelas, Kaos dan Sablon PHH. Mustopa, Rajut Binongjati, Tekstil dan Produk Tekstil Cigondewah, Tahu dan Tempe Cibuntu. http://repository.upi.edu /10405/2/ s_ pek_ 056875_chapter1.pdf.
LKPJ, Gubernur Jawa Barat, 2012. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur, http://jabarprov.go.id/index.php/pages/id/1353.
Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2007 dan Peraturan Walikota Bandung Nomor 475 Tahun 2008 dan Peraturan Walikota Bandung Nomor 413 Tahun 2010 Tentang pembentukan dan Susunan organisasi Unit Pelaksana Teknis pada Lembaga teknis Daerah dan Dinas daerah dilingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Peraturan Presiden (Perpres) No. 28 Tahun 2015 Tentang Pemberian Izin Usaha Gratis di tingkat kecamatan.
Surat Keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) No.316/KMK.016/1994. SK tersebut mewajibkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyisihkan 1-5% laba perusahaan bagi Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK).
Undang – Undang, 2008. Undang – Undang Rebuplik Indonesia No. 20 tahun 2008 Tanggal juli 2008 tentang Usaha Mikro, kecil, dan Menengah.
...................No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.
UPT, 2014. Industri Cigondewah Dinas KUKM & PERINDAG Kota Bandung.
...................2015.Balai KUKM, Dinas KUKM dan Perindag Kota Bandung.
Section
Articles