PENGELOLAAN LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL TAHU DENGAN MENERAPKAN PRODUKSI BERSIH DALAM UPAYA EFISIENSI AIR DAN ENERGI

  • Suparni Setyowati Rahayu Program Doktor Ilmu Lingkungan Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang
  • Purwanto Purwanto Program Doktor Ilmu Lingkungan Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang
  • Budiyono Budiyono Program Doktor Ilmu Lingkungan Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang
Keywords: industri tahu, produksi bersih, air, energi.

Abstract

Industri tahu merupakan industri yang mengelola air limbahnya dengan pengolahan air limbah sebelum dibuang ke lingkungan untuk menjadi biogas dengan metode anaerob. Pendekatan pengolahan limbah sebelum dibuang ke lingkungan mempunyai berbagai kelemahan. Kelemahan-kelemahan ini dapat didekati dengan kombinasi penerapan produksi bersih dan pengolahan limbah yang terbentuk.Proses produksi pada suatu perusahaan tidak hanya menghasilkan suatu produk akhir yang diinginkan, namun juga menghasilkan keluaran bukan produk (Non Product Output). Keluaran bukan produk adalah berupa bahan, energi dan air yang dipakai dalam proses produksi namun tidak berakhir menjadi produk akhir, sehingga tidak menghasilkan nilai tambah dan akibatnya menciptakan biaya yang tidak perlu bagi industri. Disamping itu keluaran bukan produk berupa pencemar yang menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi upaya penerapan produksi bersih yang telah dilakukan oleh industri tahu di Tegal, serta memberikan alternatif langkah perbaikan berkaitan dengan tata kelola yang apik sebagai upaya penerapan produksi bersih. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang dikombinasikan dengan perancangan. Pada penelitian ini diuraikan kalkulasi biaya yang harus ditanggung oleh industri tahu akibat adanya keluaran bukan produk terhadap total biaya produksi. Dari hasil penelitian menunjukkan masih ada inefisiensi penggunaan bahan baku dan air serta lokasi hot spots). Dari perhitungan neraca bahan air dan energi didapat efisiensi penggunaan bahan baku sebesar 89,37%, air limbah sebesar 89% dan energi sebesar 86%. Alternatifpenanganan / perbaikan yang berkaitan dengan tata kelola yang apik sebagai peluang produksi bersih adalah memperhatikan persyaratan penerimaan, pemeriksaan dan tempat penyimpanan bahan baku kedelai sehingga akan dihasilkan bahan baku yang berkualitas baik, melakukan pengontrolan penggunaan air dan energi dalam proses produksi.

References

Afifah, N. dan R. Luthfiyanti. 2009. Kajian Proses Produksi Pada Penerapan Produksi Bersih di Rumah Produksi KAGUMA Untuk Industri Kecil Tahu Di Sayegan Kabupaten Sleman. Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2009. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Bhattacharya, S.C., Albina D.O., Khaing A.M. 2002. Effects of Selected Parameters on Performance and Emission of Biomass-Fired Cookstoves. Biomass and Bioenergy 2002;23(5):387–95.
Bruce, N., R. Perez-Padilla, dan R. Albalak. 2000. Indoor Air Pollution in Developing Countries: a Major Environmental and Public Health Challenge. Bull World Health Organ. Vol. 78: 1078–1092.
Darmajana, D.A., R. Luthfiyanti, E. Solicha., N. Afifah, dan Y. Adriana. 2009. Kajian Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Dalam Penerapan Produksi Bersih Pada Industri Tahu Di Kabupaten Subang dan Sumedang. Laporan Kegiatan. BBPTTG. Tidak diterbitkan.
Kjellstrom, T., D. Streets, dan X. Wang. 2007. Energy, the Environment, and Health. Di dalam: United Nations Development Programme, Holdren, J. P. dan Smith, K. R. (ed) World energy assessment: energy and the challenge of sustainability, hal 61-110. New York. http:// www.undp.org/ content / dam / aplaws / publication / en / publications / environment – energy / www-ee-library / sustainable – energy / world – energy -assessment-energy-and-the-challenge-of-sustainability/World % 20 Energy % 20 Assessment-2000.pdf. [diakses 21 November 2012
Miah, Md. D., H. Al Rashid, dan M. Y. Shin. 2009. Wood Fuel Use in the Traditional Cooking Stoves in the Rural Floodplain Areas Of Bangladesh: A Socio-Environmental Perspective. Biomass and Bioenergy. Vol. 33: 70-78.
Ndiema, C. K.W., F. M. Mpendazoe, dan A. Williams. 2008. Emission of Pollutants from a Biomass Stove. Energy Conversion Management 39(13): 1357-1367.
Purwanto, 2009, Penerapan Teknologi Produksi Bersih untuk Meningkatkan Efisiensi dan Mencegah Pencemaran Industri, Semarang, Universitas Diponegoro.
Pusat Produksi Bersih Nasional. 2006. Panduan Penerapan Produksi Bersih Industri Kecil Tahu. Jakarta: PPBN.
Romli, M. 2008. Cleaner Production in the Manufacturing of Virgin Coconut Oil (VCO). Makalah disampaikan pada Tranning Course on Cleaner Production Technology for Virgin Coconut Oil (VCO) of Food Industry for ASEAN Countries. Jakarta.
Suhendrayatna, 2007. “KonsepProduksi Bersih dalam Pengelolaan Bahan B3, PT. Tiara Wacana, Yogyakarta..
Supriyatno. 2004. Teknologi Tungku Biogas. Subang: Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna, Puslitbang Fisika Terapan – LIPI.
Wickramasinghe, A. 2003. Gender and health issues in the biomass energy cycle: impediments to sustainable development. Energy for Sustainable Development 7(3): 51-61
Section
Articles