PENGEMBANGAN AGROWISATA BUDIDAYA PERIKANAN LAUT BERBASIS MASYARAKAT PESISIR DI KECAMATAN GEROKGAK

  • Cening Kardi PS Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Wayan Wiasta PS Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: agrowisata, budidaya perikanan laut, ikan kerapu, hatchery, keramba, destinasi

Abstract

Agrowisata budidaya perikanan laut sebaiknya dikembangkan untuk memperbaiki pendapatan masyarakat pesisir.Tujuan penelitian ini adalahmengetahui potensi agrowisata budidaya perikanan laut di wilayah pesisir Kecamatan Gerokgak.Mengetahui kesehatan lingkungan perairan untuk perikanan budidaya serta upaya pengelolaannya.Merumuskan upaya pengembangan agrowisata budidaya perikanan laut. Penelitian dilaksanakan dengan cara survei pengukuran parameter di lapang dan survei data sekunder pada instansi terkait. Gambaran dukungan masyarakat pesisir terhadap upaya-upaya pengembangan agrowisata  diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Kegiatan budidaya hatchery dan KJA ikan kerapu serta keindahan lanskap panorama alam sekitarnya memiliki daya tarik atau sisi penawaran yang baik untuk agrowisata budidaya perikanan laut pesisir Kecamatan Gerokgak. Fenomena masalah degradasi kualitas lingkungan lahan budidaya perikanan di Kecamatan Gerokgak belum terjadi, akan tetapi upaya control dan antisipasi secara terintegrasi perlu terus dilakukan agar tercapai integrated mariculture, yang mendukung sustainable agrotourism.Penataan dan pembangunan perlu dilakukan untuk mewujudkan obyek sentra akses budidaya KJA di Pantai Bangsal, serta obyek sentra akses hatchery ikan laut di Pantai Batu Agung.Setingan pengelolaan agrowisata sebaiknya mengikuti tipe open/spontaneous dengan maksud: menumbuhkan daerah yang mengacu pada struktur kehidupan, ruang dan polanya selaras dengan tradisi-keyakinan-aspirasi-budaya masyarakat local (community based tourism). Dampak negatipnya secara ketat melibatkan desa adatdan banjar adat di kecamatan Gerokgak.

References

APHA, 1992. Standard Methods for The Examination of Water and Waste Water. 18” Washington.
Azwar, Z., T. Sutarmat dan M. Suastika, 2000. Aplikasi Teknologi Budidaya Ikan Nila, Produktif Berkelanjutan Melalui Pengendalian Mutu Lingkungan. Makalah Seminar Pengembangan Teknologi Pertanian dalam Upaya Mendukung Ketahanan Pangan. Denpasar 23-24 Oktober 2000. 20 p.
Gunn, C. A. and Turgut V., 2002. Tourism Planning: Basics, Concepts, Cases. New York: Routledge.
Hanafi, A., Awal Subandar, dan Kris Sunarto, 2005. Urgensi Kajian Lingkungan dan Tata Ruang Kawasan Pesisir dalam Mendukung Pengembanga Budidaya Kerapu Berkelanjutan. Jakarta: Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Budidaya Pertanian, BPPT.
Hanafi, A., Syahidah, dan Andriyanto, 2008. Kajian Daya Dukung Lahan Teluk Pegametan untuk Budidaya Ikan Kerapu dalam Karamba JaringApung. Gerokgak: BBRPBL Gondol
Jennings, S., Kaiser, M.J., Reynolds, J.D. 2001. Marine Fisheries Ecology. Blackwell: Victoria.
Kardi, C., Made Kawan dan Bagus Putu Udiyana, 2013. Pengembangan Usaha Pembenihan Ikan Kerapu Hibrida CantikbagiMasyarakat Backyard Hatchery di Bali(Laporan Penelitian Hibah Bersaing). Denpasar: LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Ross dan F. Glenn. 2006. Psychology ofTourism. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.
Soto, D. 2009.Integrated Mariculture: a global review.FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper. No. 529. Rome, FAO. 2009.
Section
Articles