PENGEMBANGAN TEKNOLOGI ALAT PENGERIN ALIRAN ALAMI PEMBUATAN KOPRA PUTIH DENGAN KOLEKTOR SURYA.

  • Fransiscus Josep Tulung Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Manado
  • Paul Maarthen Rumagit Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Manado
  • Markus Karamoy Umboh Jurusan Teknik Mesin –FATEK – UNSRAT Manado
Keywords: Kolektor, Pengering, Kopra Putih, MP3EI.

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) merancang/mendesain kolektor surya yang mampu  membangkitkan energy thermal dengan  karakteristik  tingkat absorbsivitas  maksimum, difusi energy thermal  merata dan stabil; (2) mendapatkan sudut panel kolektor  yang tepat terhadap lintasan radiasi matahari dimana energy thermal dibangkitkan mencapai maksimum; (3) melakukan proses pengeringan material. Pengembangan alat  pengering  dengan energy surya aliran alami guna mengeringkan daging buah kelapa menjadi  kopra putih. Metode experiment digunakan dimana  kolektor surya ditempatkan di area terbuka menghadap utara dititik kordinat area penelitian  01029’54” LU dan 124053’54” BT dengan variasi sudut kemiringan kolektor;  α=200; α=170; α=150; α=120. Kolektor dibuat model piramida dengan luasan total 4 m2 menggunakan plat aluminium bordes sebagai absorber dan dicat hitam dop.Pengujian pada 29 Juni 2016 dan 01 Juli 2016 diperoleh  temperature absorber plat aluminium bordes pada jam 10.30 wita sampai 13.30 wita rata-rata 900C tertinggi pada kemiringan kolektor α=170 dengan radiasi matahari 1494 Joule lama penyinaran 4.2 jam dan radiasi 832 Joule lama penyinaran 8.3 jam (BMKG). Hasil perhitungan diperoleh besar energy panas yang dihasilkan kolektor QU=2110 Joule dengan efisiensi kolektor harian pada 29 juni 2016 mencapai Ƞ=35,3%. Kemudian kolektor  dengan sudutα = 170 dikoneksikan ke ruang pengering  berdimensi  (1m x 1m x 1m) untuk selanjutnya diuji kemampuan mengeringkan daging buah kelapa. Proses pengeringan daging buah kelapa sebanyak 150 biji yang dilepas dari tempurung kemudian ditimbang beratnya 66,7 Kg selanjutnya ditempatkan pada 4 pan dengan berat setiap pan 16,675 Kg dan dimasukkan pada rak didalam ruang pengering, selanjutnya dilakukan pengamatan, pancatatan dan pengukuran pada 05 Juli 2016 s/d 08 Juli 2016  dengan kadar air awal buah kelapa berkisar 50 – 55 %, sedangkan kopra berkadar air 5 – 7 %.Setelah dilakukan pengamatan dan pengukuran diperoleh hasil akhir kopra 22,91 kg dan kadar air diperoleh dengan melakukan pengujian di laboratorium PT.Cargill menggunakan alat NIR Foss Type IX 7500 InfraXact diperoleh kadar air 11,5% dengan total jam penyinaran matahari 41,8 jam,radiasi harian rata-rata dalam 1809 Joule selama 4 hari pengamatan, berbau enak, bersih, berwarna putih buram.

References

Aidt Miljo A/S, 2001, Test of a Solar Crop Dryer, Danish Technological Institute, Danish Institute of Agricultural Sciences.
Agri-Facts, 1986, Solar Grain Drying, Practical information forAlberta’s,Agriculture Industry
Ari S dan Guntur A, 2012, Modifikasi Plat Penyerap Kalor Matahari Dan Alat Pendukungnya Untuk Proses Pengeringan “Plat Galvanis Dan Plat Seng Gelombang”, TA Fatek UNDIP Semarang.
Donald Q, Kern, 1988, Process Heat Transfer, McGraw-Hill Book Company.
Frank. Kreit, 1994, Prinsip-Prinsip Perpindahan Panas, Terjemahan Arko Prijono,M.Sc, Erlangga, Jakarta.
Hizhami Ch.A, dkk, 2012, Rancang Bangun Alat Pengering Energi Surya DenganKolektor Keping Datar, jurnal Teknik Pertanian Lampung, Volume 1, No 1, Hal 29-36.
Incropera P Frank dan Dewit P Davit, 1996, Fundamental of Heat and Mass Transfer, JohnWilley and Sons, New York.
Junaidi, Bukhari, Maimuzar, 2011, Pengembangan Dan Evaluasi Teknis Alat Pengering Kopra Jenis Tray Dryer, Poli Rekayasa, Volume 7, No 1, ISSN 1858-3709.
Kiki S., Nur A., Endrizal., 2005, Kajian Rumah Plastik Pengering Kopra Kasus DesaTanjung Jabung Timur, BPTP Jambi.
Kiki Suheiti, 2009, Teknologi Penanganan Pasca Panen Kelapa Dalam, BPTP Jambi.
Koestoer R.A, 2002, Perpindahan Kalor, Salemba Teknika.
Nicolas Tumbel, 2010, Pengembangan proses Pembuatan Kopra Putih, Baristand Industri Manado.
Sulaeman dan Rusyadi, 2013, Analisa Efisiensi Rooftop Solar Copra Dry Dengan SusunanKolektor Secara Seri, jurnal Teknik Mesin, Vol. 3, No 2, 70-77.
Ted J. Jansen, 1995, Teknologi Rekayasa surya, di-Indonesiakan Prof. Wiranto. Arismunandar, PT. Pertja Jakarta.
Tulung F.J, Thomas A.,Gunawan H., 2007, Corn Stems As Enviromentally Friendly HeatIsolation Material, International seminar on ict future trends and its application in agroindustry, merine, and tourism, page VII.1., Quality Hotel Manado Indonesia.
Tulung F.J, 2009, Mesin Konversi Energi, Politeknik Negeri manado.
Tulung F.J, 2011, Perpindahan Kalor Dan Alat Penukar Kalor, Peliteknik Negeri Manado.
Tabel data harian BMKG Stasiun klimatologi manado Juni & Juli 2016.`
Section
Articles