BENTUK KELEMBAGAAN PERLINDUNGAN SOSIAL EKONOMI PINANDITA PURA SAD KAHYANGAN DAN DANG KAHYANGAN DI KABUPATEN KLUNGKUNG (Studi di Pura Goa Lawah dan Pura Dasar Buana)

  • I Made Sukamerta Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • i Made Tamba Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Wayan Wiasta Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Made Hendra Wijaya Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: Pinandita, kelembagaan, social ekonomi

Abstract

Pinandita merupakan sosok seorang yang dianggap suci, dikarenakan seorang pinandita merupakan penghubung antara tuhan dengan umat hindu yang ada di Bali dengan melakukan upacara yadnya. Pinandita di Pura Sad Khayangan Goa Lawah Kabupaten Klungkung dan Pura Dang Khayangan Dasar Buana I Kabupaten Klungkung sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan ritual kegamaan di Pura tersebut, yang berada di bawah lembaga desa pekraman Pesinggahan dimana Pura Sad Khayangan Goa Lawah  berada dan Pura Dang Khayangan Dasar Buana yang berada di desa pekraman Gelgel.  Dalam hal mengenai kelembagaan yang khusus mengatur tentang kesejahteraan yang berkaitan dengan kebutuhan  nsosial ekonomi Para pinandita di Bali, banyak yang belum memberikan kejelasan dan kepastian, maka dari itu dalam tulisan ini ingin melihat bentuk kelembagaan yang khususnya mengenai kesejahteraan dalam kebutuhan sosial ekonomi pinandita yang ada di lingkungan desa pakraman pesinggahan dimana Pura Sad Khayangan Goa Lawah dan desa pekraman Gelgel dimana Pura Dang Khayangan Dasar Buana berada. Selain mengenai kelembagaannya berdasarkan tanggung jawab dan kewajiban yang begitu besar diemban oleh para pinandita tersebut tidak diimbangi oleh hak yang memadai khususnya dalam perlindungan terhadap sosial ekonomi, tentu saja hak yang harus dimiliki selain untuk diri pinandita sendiri, juga berkaitan dengan keluarga dan kehidupan sosial dimasyarakat dimana pinandita ini berada yang sifatnya secara berkelanjutan semasa masih menjabat sebagai pinandita yang bukan hanya sekedar penghargaan dari umat atau instansi lainnya di Bali yang bersifat tidak tertap atau bersifat accidental.

References

I Made Suasthawa Dharmayuda, Memberdayakan Desa Pakraman Dipandang dari Sudut Filsafat dan Agama, dalam I Gede Janamijaya, dkk (Ed), 2003, Eksistensi Desa Pakraman di Bali, Yayasan Tri Hita Karana Bali.
Koentjaraningrat, 1985, Pengantar Ilmu Antropologi, Aksara Baru, Jakarta (edisi revisi)
Saharuddin, 2001, Nilai Kultur Inti dan Institsi Lokal Dalam Konteks Masyarakat Multi Eknis. Program Pasca sarjana Universitas Indonesia, Depok
Slamet Santoso 2010, Teori-Teori Psikologi Sosial, Refika Aditama, Bandung
Tony Djogo, Sunaryo, Didik Suharjito dan martua Sirait, 2003, Kelembagaan Dan Kebijakan Dalam Pengembangan Agroforestri, Worls Agroforestry Centre (ICRAF), Bogor.
http://gentasarinsekarkuning.blogspot.com/p/harga-produk.html
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/ 2003/10/29/bd2.htm
http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=49252
Section
Articles