STUDI OPTIMALISASI ADSORBEN KAOLIN YANG DIMODIFIKASI DENGAN SURFAKTAN DALAM PENYISIHAN LOGAM BESI (II) DALAM AIR

  • Alfian Putra Prodi Teknologi Kimia Industri Politeknik Negeri Lhokseumawe
  • Helmi Helmi Prodi Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe
  • Rudi Syahputra Prodi Teknik Listrik Politeknik Negeri Lhokseumawe
Keywords: Adsorben, Besi, Kaolin, Optimalisai, Surfaktan

Abstract

Pada Studi  ini akan dilakukan optimalisasi daya serap kaolin, dengan cara modifikasi kaolin dengan surfaktan. Adsorben sebagai media penyerap dibuat dengan memanfaatkan kaolin yang dimodifikasi dengan surfaktan. Sedangkan logam yang digunakan adalah Fe yang terdapat dalam air dengan konsentrasi awal 10 mg/L. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari optimalisasi penyerapan logam yang lebih sepesifik dalam menyerap logam Fe  menggunakan kaolin yang telah di modifikasi dengan surfaktan. Kaolin dihaluskan sampai dengan 100 mesh. Surfaktan yang digunakan sebanyak 45%, 60% dan 75% dari berat total adsorben yaitu sebanyak 300 gram. Pengontakan dilakukan antara adsorben  dengan logam divariasikan waktu pengambilan sample yaitu 30, 60 dan 90 menit, dengan kecepatan pengadukan 90 rpm. Studi menunjukkan kemampuan adsorben kaolin dalm menigkatkan kinerjanya hampir mencapai 2 kali dari sebelum dilakukan modifikasi dengan surfaktan. Hasil yang paling signifikan terjadi pada penambahan 75%  surfaktan yaitu efesiensi penurunan mencapai 94,4% , penambahan surfaktan 60% efesiensinya 86,% dan penambahan surfaktan 45% efesiensi penurunan mencapai 80,1%.

References

Amer, W, Mohammad. 2010. Adsorption nof Lead, Zink and Cadmium ions on Polyphosphate-Modified Kaolinite Clay. Journal of Environment Chemistry and Acotoxicoligy, (2): 1-8.
Anonim, Cooper. 2008. www. Lentech.com, diakses tanggal 31 Januari 2015.
Besprina, Fani. 2004. Pemanfaatan Limbah Padat Pulp Gratis dan Dregs dengan Penambahan Kaolin Sebagai Bahan Pembuatan Keramik Konstruksi. Skripsi (USU) : Prodi Fisika, Dep. Fisika, Fak. MIPA.
Crini, Gregorio. 2006. Potensi Kaolin Sebagai Adsorben dalam Proses Bleaching Minyak Goreng. Jurnal UGM.
Dee Rosadalima. 2012. Modifikasi Bentonit terpilar Al dengan Kitosan untuk Adsorpsi Ion Logam Berat. Jurnal FMIPA UI, (6): 1-10.
Jalaluddin, Toni. 2005. Pemanfaatan Kaolin sebagai Bahan Baku Pembuatan Aluminium Sulfat dengan Metode Adsorpsi. Jurnal Sistem Teknik Industri, 6(5) : 71-74.
Kumar, Li and Brown, H., Faghigian. 2007. Modification of Clinoptilolite by Surfactants for Molibate Adsorption from Aqous Sollution. Journal of Science, 3(14): 239-245.
Lawrance H. Van Vlanck. 1992. Element of Materials Science and Engineering. University of Michigan : 4th Edition.
Lestari, Novia. 2014. Modifikasi Kaolin dengan Surfaktan dan Polifosfat sebagai Adsorben Logam Pb2+ dalam Limbah Cair. Tugas Akhir Teknik Kimia. Politeknik Negeri Lhokseumawe
McCabe, dkk. 1999. Operasi Teknik Kimia Terjemahan. Jilid 2 Edisi Keempat.

Montgomery. 2002. Water-Treatment Principles and Design. Wiley : The University of Michigan.
Myer, R.H., dan Montgomery, D.C,2002. Response Surface Methodology,Process and Production Optimazation Using Design Experiment. John Wiley andSons, Canada
Notodarmojo. 2005. Pencemaran Tanah dan Air. Bandung : ITB Bandung.
Oramahi, 2008. Teori dan Aplikasi Response Surface Methodology (RSM) dan Analisis Data dengan SPSS dan SAS (Studi Kasus dalam Bidang Pertanian, Kehutanan dan Peternakan. Sleman Yogyakarta : Ardana Media Yogyakarta.
Ö. Yavuz, A. H. Aydin (2006), Removal of Direct Dyes from Aqueous Solution Using Various Adsorbents Polish Journal of Environmental Studies Vol. 15, No. 1 : 155-161
Radiansono. 2008. Interkalasi Oligomer Hidroksi-Kromium pada Kaolin Alam Tatak. Jurnal Kimia Indonesia, 1(8):31-36.
Roocyta, H., 2006. Pemanfaatan Zeolit Perlit untuk Bahan Katalis. Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI : Bandung.
Wahyuni, N,(2010), Modifikasi Kaolin dengan Surfaktan Benzalkonium Klorida dan Karakteristiknya menggunakan Spektrofotometer Infrared. Jurnal Sains dan Terapan Kimia, 1(4): 1-14.
Section
Articles