PANGARUH PENAMBAHAN DOSIS BEBERAPA JENIS BIOCHAR PADA LAHAN YANG TERCEMAR LIMBAH CAIR SABLON TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU

  • I Made Suryana Dosen Agroteknologi FP UNMAS Denpasar
  • I Putu Sujana Dosen Agroteknologi FP UNMAS Denpasar
  • I Nyoman Labek Suyasdipura Dosen Agroteknologi FP UNMAS Denpasar
Keywords: Biochar, Sifat tanah, Limbah sablon, Pertumbuhan tanaman

Abstract

Penggunaan bahan kimia baik dalam bentuk pupuk dan pestisida serta terjadinya pengangkutan sisa panen dan pencemaran air irigasi oleh limbah cair sablon, telah menyebabkan terjadi degradasi lahan dimana tanah menjadi padat,kurus dan mengandung logam berat yang bersifat toksik bagi tanaman. Salah satu upaya yang dilakukan untuk  menangulangi hal ini adalah dengan menambahkan pembenah tanah yang berasal dari limbah bahan organic produk pertanian berupa biochar. Tujuan Penelitian : 1) Menganalisis  karakteristik sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang tercemar limbah cair sablon dengan yang tidak tercemar. 2) Menganalisis potensi beberapa jenis biochar terhadap perbaikan sifat tanah  dan  pertumbuhan  tanaman sawi hijau pada tanah yang tercemar limbah cair sablon. 3) Menentukan dosis dan jenis  biochar  yang dapat memperbaiki sifat tanah  dan  hasil tanaman sawi hijau pada tanah  yang tercemar limbah cair sablon. Penelitian ini dilaksanakan di laboraturium dan di rumah kaca   mempergunakan rancangan Acak Lengkap pola Split Plot Design  dengan 3 ulangan  Sebagai petak utama  jenis bahan biochar yang terdiri dari 4 jenis yaitu : B1 = Biochar kotoran ayam, B2 = Biochar batok kelapa, B3 = Biochar sekam padi, B4 = Biochar kayu mahoni. Sebagai anak petak Dosis biochar terdiri atas 4 level yaitu D0= Kontrol ,D1= 5 ton/ ha  ,D2= 10 ton/ ha  ,D3= 15 ton/ ha . Parameter yang diamati : Tinggi tanaman maksimum, Jumlah daun maksimum, bobot basah total tanaman, bobot kering total tanaman. Secara kuantitatif perlakuan dosis 15 ton/ha biochar sekam padi dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi hijau serta  memperbaiki sifat tanah.

References

BPS.2013. Denpasar dalam Angka. Badan Pusat Statistik Denpasar.
Brown S, Chancy R, Hallfrisch J, Ryan JA, Berti WA. 2004. In situ treatments to reduce phyto-and bioavailability of lead, zinc, and cadmium. J Environ Quo1, 33: 522-53 1.
Carter, Sarah; Shackley, Simon; Sohi, Saran; Suy, Tan Boun; Haefele, Stephan. 2013. The Impact of Biochar Application on Soil Properties and Plant Growth of Pot Grown Lettuce (Lactuca sativa) and Cabbage (Brassica chinensis). Agronomy 3.2 (2013)
Chan, K.Y., van Zwieten, B.L., Meszaros, I., Downie, D. & Joseph, S., 2007. Agronomic values of greenwaste biochars as a soil amandments. Australian Journal of Soil Research, 45: 625-634.
Chan, K.Y., van Zwieten, B.L., Meszaros, I., Downie, D. & Joseph, S., 2008. Using poultry litter biochars as soil amendment. Australian Journal of Soil Research, 45: 437-444.
Dai Zhongmin; Li, Rongbin; Muhammad, Niaz; Brookes, Philip C; Wang, Haizhen; Liu, Xingmei; Xu, Jianming. 2014. Principle Component and Hierarchical Cluster Analysis of Soil Properties following Biochar Incorporation. Soil Science Society of America Journal 78.1 (Jan/Feb 2014): 205-213.
Dinas Pertanian dan Hortikultur. 2013. Laporan Tahunan. Dinas Pertanian dan Hortikultura Kota Denpasar.
Ferizal,M., Basri,A.B. 2011. Arang Hayati(Biochar) Sebagai Pembenah Tanah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian(BPTP) Aceh.
Hairiah, k., Widianto, Utami, S.R., Suprayogo, D., Sunaryo, Sitompul, S.M., Lusiana, B., Mulia, R. Van Noordwijik, M. & Cadisch, G., 2002. Pengelolaan tanah masam secara biologi: refelksi pengalaman dari Lampung Utara. Intenational centre for research in agroforesty,Bogor.
Liang, B., Lehmann, J., Kiyangi, D.,Grossman, J.,O’Neill, B., Skjemstad, J.O., Thies, J., Luizao, F.J., Peterson, J. & Neves, E.G.2006. Black carbon increases cation exchange capacity in soil.Soil Sci. Soc. Am.,70: 1719-1730.
Novak, J.M., Bussecher, W.J., Laird, D.L. Ahmedna, M., Watts, D.W. & Niandou, M.A.S.,2009. Impact of biochar amendment on fertility of a Southeastern Coastal Plain. Soil. Soil Science, 174: 105-112.
Nurida,NL., Dariah,A dan Rahman, A. 2010. Kualitas Limbah pertanian Sebagai Bahan
Baku Pembenah Tanah Berupa Biochar untuk Rehabilitasi Lahan. Balai Tanah Litbang DEPTAN. Hal. 211-218.
Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor. 591p.
Tagoe,S.O., Takasugu Horiuchi, T., & Matsui, T., 2008. Effects of carbonized and dried chicken manures on the growth, yield, and N content of soybean. Plant Soil, 306: 211-220.
Yamato, M., Okimori, Y., Wibowo, I.F., Anshori, S. & Ogawa, M. 2006. Effects of the application of charred bark of Acacia manginum on the yield of maize, cowpea and peanut, and soil chemical properties in South Sumatra, Indonesia. Soil Science and Plant Nutrition, 52: 489-495.
Zhang, Xiaokai; Wang, Hailong; He, Lizhi; Lu, Kouping; Sarmah, Ajit; .2013. Using biochar for remediation of soils contaminated with heavy metals and organic pollutants. Environmental Science and Pollution Research International 20.12 (Dec 2013): 8472-83.
Section
Articles