KORELASI DOMINANSI HEMISFER OTAK DENGAN KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

  • Gusti Ayu Dewi Setiawati Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: dominansi hemisfer otak, keterampilan berbicara

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan keterampilan berbicara antara mahasiswa yang dominan menggunakan otak kanan dengan mahasiswa yang dominan menggunakan otak kiri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Maharasaraswati Denpasar. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester IIIA dan IIIB yang mengambil Mata Kuliah Berbicara II. Data dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan dua jenis instrumen, yaitu instrumen dominansi hemisfer otak, dan instrumen keterampilan berbicara yang akan diuji dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan SPSS 17 for Windows. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan keterampilan berbicara yang signifikan (P = 0,026 dan 0,025 < 0,05) antara mahasiswa yang dominan menggunakan otak kanan dengan mahasiswa yang dominan menggunakan otak kiri. Koefisien korelasi yang diperoleh melalui perhitungan yaitu 0,537 dan 0,525 mempunyai maksud, korelasi antara dominansi hemisfer otak dengan keterampilan berbicara mahasiswa termasuk korelasi yang kuat serta searah dan positif.

References

Elvaretasari, D.(2014). Peningkatan Kemampuan Berbicara Siswa Melalui Strategi Cerita Berantai pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN Gondang 1 Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan Tahun Ajaran 2013/2014. Surakarta: Universitas Muhammadyah Surakarta.
Gio,P.U. (2013). Aplikasi Metode Mann-Whitney dalam Menentukan Ada Tidaknya Perbedaan Indeks Prestasi Mahasiswa antara Mahasiswa Dominan Otak kanan dan Mahasiswa Dominan Otak Kiri. Sumatera Utara: USU.
Hamrudi. (2009).Global Learning (Mengembangkan Potensi Otak dan Indra Dalam Pembelajaran). Jurnal Mukaddimah. Vol. XV, No. 26.
Hayati, N. (2007). Menstimulus Otak Kiri dan Otak Kanan Anak Dengan Flash Card. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Mireskandari, N dan Sepideh Alavi. (2015). Brain Dominance And Speaking Strategy Use of Iranian EFL Learners. International Journal of Applied Linguistics & English Literature ISSN 2200-3592 (Print), ISSN 2200-3452 (Online). Vol. 4 No. 3; Mei 2015
Pasiak, T. (2002).Revolusi IQ/EQ/SQ. Antara Neurosains dan AI Quran, Bandung : Penerbit Mizan.
Rachmat. (2016). “Hemisfer”. Artikel. Diakses pada tanggal 23 Maret 2016 dari https:id.m.wikipedia.org/wiki/hemisfer.
Reztaputra, R. (2012). “Anatomi dan Fisiologi Kemampuan Bicara”. Artikel. Diakses pada tanggal 23 Maret 2016 dari www.medicina.com/kedokteran-dasar/.
Sarwono, (2006). “Korelasi”. Artikel. Diakses pada tanggal 23 Maret 2016 dari www.jonathansarwono.info/korelasi/korelasi.htm.
Sularyo,T. S. dan Handryastuti. (2002). Senam Otak. Jurnal Sari Pediatri. Vol. 4 No. 1, Juni.
Tarigan, H. G.. (2008). Berbicara. Bandung: Angkasa Bandung.
Yohanes,R.S. (2012). Strategi Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Ditinjau Dari Dominansi Otak Kiri dan Otak Kanan. Madiun: Universitas Katolik Widya Mandala.
Zenhausen, Robert. (2007). “Penilaian Terhadap Dominasi Belahan Otak”. Diakses pada tanggal 9 Juni 2015 dari http://downloads.ziddu.com/download/15219573/.
Section
Articles