PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI LINGKUNGAN SEKOLAH ADIWIYATA

  • Lisdiana Lisdiana FMIPA Universitas Negeri Semarang
  • Priyantini Widiyaningrum FT Universitas Negeri Semarang
  • Siti Nurrohmah FT Universitas Negeri Semarang
Keywords: Handicraft, sampah plastik, zero waste

Abstract

SMAN 12 dan SMAN 13 Semarang merupakan dua dari sekian banyak sekolah di kota Semarang yang berkomitmen mempertahankan predikat sekolah Adiwiyata.Sekolah Adiwiyata ialah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.  Pengelolaan  sampah  sekolah  berkonsep zero waste menjadi prioritas karena ingin mengajarkan siswa tentang prinsip 3R, reduce, reuse,and  recycle.  yaitu prinsip pengurangan, penggunaan kembali dan daur ulang terhadap sampah. Sampah plastik merupakan sampah yang masih menjadi permasalahan dikedua sekolah tersebut. Diperkirakan 3-4 karung sampah plastik yang berasal dari siswa dan kantin sekolah menumpuk setiap hari, sebagian besar berupa kantong plastik kemasan, cup dan botol bekas minuman. Dengan mendaur ulang sampah plastik, selain sebagai laboratorium lapang untuk berbagai mata pelajaran seperti ekonomi, keterampilan, biologi dan kimia, kegiatan daur ulang plastik juga dapat memperkuat eksistensi sekolah Adiwiyata, karena merupakan salah satu usaha dalam  mewujudkan konsep zero waste. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Pemanfaatan limbah plastik dengan cara pemakaian reuse dapat dilakukan dengan berkreasi dan inovasi menjadi produk handicraft, sedangkan recycle, dilakukan terhadap limbah plastik yang masih memungkinkan disiapkan menjadi biji plastik/dilebur kembali untuk digunakan sebagai produk baru. Oleh karena itu perlu pengetahuan dan ketrampilan berkreasi yang didukung teknologi tentang cara pembuatan handicraft dan pengolahan limbah palstik menjadi biji plastik yang lebih bernilai ekonomi.

References

Fillaeli A. 2012. Pengolahan sampah plastikmenjadi produk kerajinan tangan. Makalah. Disampaikanpada kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat di Desa Selomartani,Kalasan, Sleman, Yogyakarta, pada hari Ahad tanggal 10 Juni 2012.
Halliwelll J, &Lambert B. 2004. Revise for Product Design: graphics with materials technology.UK: Heinemann Educational publishers
Karo Karo U & T. Suartini. 2010. Analisis Sampah Berjenis Plastik untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Jurnal TORSI 8(2): 55-64
Setiawan. 2004. Perancangan dan Pembuatan Mesin Pemotong Plastik untuk Kapasitas Produksi 15 Kg/Jam. Bandung : Institut Teknologi Nasional.
Sofiana Y. 2010. Pemanfaatan Limbah Plastik sebagaiAlternatif Bahan Pelapis (Upholstery) pada ProdukInterior. Jurnal INASEA11(2): 96-102
Wahyu RPN & H. Siswanto. 2013. Hubungan antara pelatihan aneka kerajinan sampah plastik dengan terciptanya wirausaha peserta didik keaksaraan fungsional di PKBM Songgolangit Ponorogo. J+PLUS UNESA 1(3): 1-9
Widiyaningrum, P & Lisdiana. 2012. Evaluasi kompos daun dan kotoran kambing yang menggunakan mikroorganisme lokal. Prosiding Seminar Nasional Peran MIPA dalam peningkatan kualitas hidup dan pengembangan pendidikan karakter. Semarang, 15 Desember 2012.
Widiyaningrum & Lisdiana 2014. Pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah. National Conference on conservation for better life. Semarang, 22 November 2014.
Section
Articles