PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PELAYANAN OBAT DENGAN RESEPOLEH APOTEKER DI APOTEK WILAYAH KOTA DENPASAR

  • I Nyoman Gede Tri Sutrisna Akademi Farmasi Saraswati Denpasar, Bali80233, INDONESIA
  • Kadek Duwi Cahyadi Akademi Farmasi Saraswati Denpasar, Bali80233, INDONESIA
  • I Putu Tangkas Suwantara Akademi Farmasi Saraswati Denpasar, Bali80233, INDONESIA
Keywords: pelatihan, apoteker, pelayanan obat dengan resep, apotek.

Abstract

Pelayanan obat dengan resep merupakan suatu proses pelayanan terhadap permintaan tertulis dokter kepada tenaga kefarmasian untuk menyediakan dan menyerahkan obat yang diminta untuk pasien sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Pelayanan obat dengan resep hanya dapat dilakukan oleh apoteker. Ketentuan tersebut dapat diinterpretasikan bahwa  apoteker senantiasa siap di apotek untuk  melaksanakan pelayanan kefarmasian dengan baik. Konsekuensi ketentuan tersebut di atas mengharuskan apoteker untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengikuti pelatihan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap pelayanan obat dengan resep oleh apoteker di apotek wilayah kota Denpasar.Penelitian dirancang sebagai penelitian observasional dengan menggunakan metode pengumpulan data cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diisi oleh responden yang ditentukan secara random sampling. Sampel terdiri dari 94 responden yaitu Apoteker yang bekerja di apotek wilayah Kota Denpasar.Hasil pengaruh pelatihan terhadap pelayanan obat dengan resep oleh apoteker di apotek wilayah kota Denpasar adalah sebagai berikut ditunjukkan dengan uji regresi dimana nilai korelasi yaitu sebesar 0,609 dan besarnya persentase pengaruh pelatihan terhadap pelayanan obat dengan resep oleh apoteker di apotek wilayah kota Denpasar adalah 37,1 % dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hasil uji anova menunjukan nilai F hitung 54,201 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 dengan persamaan regresi y = 113,500 + 10,851x. Dan hasil uji t, di dapat nilai t hitung 7,362 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05.Pelatihan secara signifikan mempengaruhi pelayanan obat dengan resep oleh apoteker di apotek wilayah kota Denpasar.

References

Departemen Kesehatan RI., 2006. Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1027/ MENKES/SK/IX/2004. Jakarta : Depkes RI.
Ginting, A. 2009. Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kota Medan tahun 2008. Jurnal USU. Medan.
Herman M.J. dan Andi L.S. ” An Analysis of Pharmacy Services by Pharmacist in Community Pharmacy (Kajian Praktek Kefarmasian oleh Apoteker di Apotek Komunitas)”, Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol.5 No.3 Juli 2012, hal 271-281.
Kementerian Kesehatan, 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonsesia No. 35 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta.
Kuncahyo I, 2004/ Dilema Apoteker Dalam Pelayanan Kefarmasian, Surakarta. http//www.suarapembaruan.com/News/2004/04/29/ Editor/edi04/html.
Notoatmodjo, Sukidjo., 2009. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta : Rineka Cipta.
Presiden Republik Indonesia, 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta.
Santoso, G., 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta.
Syamsuni, 2006. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC, hal. 7-15.UNHCR, 2006. Drug Management Manual. Geneva : ILO Turin Centre, pp. 1-125.
Zainuddin M. 2011. Metodologi Penelitian Kefarmasian dan Kesehatan. Surabaya: Pusat Penerbitan dan Percetakan Unair.
Section
Articles