ANALISIS KANDUNGAN KAROTENOID RUMPUT LAUTCaulerpa sp. YANG DIBUDIDAYAKANDI BERBAGAI JARAK DAN KEDALAMAN

  • Darmawati Darmawati Postdoctoral student of Agricultural Science Hasanuddin University, Faculty of Agricultural science Muhammadiyah University
  • Andi Niartiningsih Faculty of Marine Science and Fisheries Hasanuddin University
  • Rajuddin Syamsuddin Faculty of Marine Science and Fisheries Hasanuddin University
  • Jamaluddin Jompa Faculty of Marine Science and Fisheries Hasanuddin University
Keywords: Caulerpa sp, jarak tanam, karotenoid dan kedalaman air

Abstract

Karotenoid pada rumput lautmerupakan senyawa antioksidan yang dapat membantu mengurangi terbentuknya radikal bebas yang dapat merugikan kesehatan. Faktor yang mempengaruhi kandungan karotenoid rumput laut Caulepa sp antara lain jarak tanam dan kedalaman air hubungannya dengan penyerapan unsur hara dan intensitas cahaya matahari yang masuk ke perairan untuk proses fotosinthesa bagi pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan karotenoidyang tertinggi pada budidaya Caulerpa sp. Metode penelitian dengan system tali tunggal apung (floating monoline method).  Berat awal bibit 50gram, jarak tanam pertitik rumpun yaitu 20, 30 dan 40cm dengan kedalaman berbeda: 50, 100dan 150cm dari permukaan air. Kandungan karotenoidCaulerpa sp dan kualitas air dianalisis secara deskriptif.Perlakuan jarak tanam dan kedalaman yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap kandungan karotenoid Caulerpa sp. Kandungan karotenoid tertinggi diperoleh pada jarak tanam 30cm dengan kedalaman 50cm sebesar 12,532mg/g. Parameter kualitas air dalam kondisi yang ideal bagi pertumbuhan rumput laut Caulerpa sp.

References

Atmadja, W.S. 1999. Sebaran Dan Beberapa Aspek Vegetasi Rumput Laut (Makroalga) Di Perairan Terumbu Karang Indonesia. Puslitbang Oseanologi-LIPI. Jakarta.
Azizah, R.T.N, 2006. Percobaan Berbagai Macam Metode Budidaya Latoh (Caulerpa racemosa) Sebagai Upaya Menunjang Kontinuitas Produksi. Jurnal Ilmu Kelautan. Undip: 101 – 105.
Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP), 2010. Manfaat dan Kandungan Kimia Caulerpa.
Burtin, P. 2003. Nutritional value of seaweeds. Electronic Journal of Env ironme ntal, Agric ultural, and Food Chemistry. ISSN: p.1579–4377.
Diaz-Pulido, G., and Laurence J. McCook (2008). Environmental Status: Macroalgae (Seaweeds). Great Barrier Reef Marine Park Authority: Australia.
Illustrimo, C., Isabel C.P., dan Rachelda D.S. 2013. Growth Performance Of Caulerpa lentifera (Lato) In Lowered Seawater pH. Philippine Science High School – Central Visayas Campus Talaytay, Argao. Cebu.
Kadi, A. (2004). Potensi Rumput Laut Dibeberapa Perairan Pantai Indonesia. Jurnal. Oseana, Volume XXIX, Nomor 4, Tahun 2004 : 25 – 36
Kepel, R.C . 2001 . Kandungan Nutrisi Alga Hijau Caulerpa racemosa (Forsskal) J.Agardh Yang Diambil Dari Perairan Tongkeina, Manado. Jurnal Perikanan. UNSRAT.
Limantara, L.dan Rahayu, P. 2007. Prospek KesehatanPigmen Alami. Prosiding Seminar Nasional Pigmen2007 MB UKSW, Salatiga. ISBN: 979-978-1098-89-2.
Prihaningrum A., M. Meiyana dan Evalawati. 2001. Biologi Rumput Laut; Teknologi Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii). Petunjuk Teknis. Departemen Kelautan dan Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Balai Budidaya Lampung.
Putra, U.N.S.S, Jumriadi, Michael Rimmer, dan Sugeng Raharjo. 2012. Budidaya Lawi-Lawi (Caulerpa sp.) Di Tambak Sebagai Upaya Diversifikasi Budidaya Perikanan. Indonesian Aquaculture dan Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. Center for Brackishwater Aquaculture Development Takalar.
Santoso, J., Aryudhani, N. dan Suseno, S.H. 2012. Kandungan Senyawa Fenol Rumput Laut Hijau (Caulerpa racemosa dan Aktivitas Anti-oksidannya (The Content Of Phenolic Copound of Green Seaweed Caulerpa racemosa and Its Antioxidant Activity).
Saptasari, Murni. 2010. variasi ciri morfologi dan potensi makroalga jenis caulerpa di pantai Kondang Merak Kabupaten Malang. Jurnal El-Hayah .Vol. 1, No.2,Hal:19-34
Sulistijo. 2002. Penelitian Budidaya Rumput Laut (Algae Makro/Seaweed) di Indonesia. Pidato Pengukuhan Ahli Penelitian Utama Bidang Akuakultur, Pusat Penelitian Oseanografi. LIPI.
Tamat, S.R., Wikanta, T., dan Maulina, L.S.,2007, Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Senyawa Bioaktif dari Ekstrak Rumput Laut Hijau Ulva reticulate Forsskal, Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 5 (1):31-36.
Thirumaran, G. and P. Anantharaman. 2009. Daily Growth Rate of Field Farming Seaweed Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty ex P. Silva in Vellar Estuary. World Journal of Fish and Marine Sciences 1 (3); 144-153. Annamalai University.
Turangan, F.A.C. 2001. Pertumbuhan, Variasi Intraspesifik, Biomassa Total dan Kandungan Nutrisi Alga Hijau Caulerparacemosa (Forsskal) J.Agardh di Perairan Tongkaine, Kota ManadoSulawesi Utara. Jurnal Perikanan–UNSRAT.
Section
Articles