UJI PATOGENITAS NEMATODA ENTOMOPATOGEN ISOLAT SEMARANG Steinernema sp PADA RAYAP TANAH Macrotermes sp

  • Priyantini Widyaningrum Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang Jl. Raya Sekaran Gunungpati Semarang Jawa Tengah 50229
  • Niken Subekti Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang Jl. Raya Sekaran Gunungpati Semarang Jawa Tengah 50229
  • Bambang Priyono Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang Jl. Raya Sekaran Gunungpati Semarang Jawa Tengah 50229
Keywords: mortalitas, patogenitas, isolat semarang, rayap tanah, Steinernema sp

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi patogenitas Nematoda entomopthogen (NEP)  genus Steinernema sp yang telah diisolasi dari sampel tanah di Semarang dan dibiakkan secara invivo dalam skala laboratorium. Penelitian  menggunakan eksperimen  klasifikasi satu arah untuk  mengetahui konsentrasi juvenil infektif (JI) yang efektif membunuh rayap tanah dalam waktu 24, 48 dan 72 jam. Data mortalitas rayap tanah di analisis ANOVA dan uji lanjut LSD, sedangkan patogenitas NEP pada LC50 dan LC95 dihitung menggunakan analisis Probit. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi  NEP  berpengaruh signifikan terhadap mortalitas rayap tanah (LSD test; α < 0.05). Tingkat mortalitas  ≥ 50% dapat tercapai setelah 48 jam pengamatan, dan berdasarkan analisis probit,  patogenitas (LC50) NEP isolat Semarang dalam waktu 48 jam diperlukan  konsentrasi  242 JI / ml, sedangkan LC95 diperlukan 1012  JI/ml.  Data ini  merupakan informasi penting untuk penelitian  lanjutan terkait pembiakan invitro NEP Steinernema sp isolat Semarang  untuk produksi massal.

References

Baliadi, Y., I.R. Sastrahidayat, S. Djauhari, and B.T. Rahardjo. 2012. Pathogenicity, development and reproduction of the entomopathogenic nematode Steinernema sp., in mealworm Tenebrio molitor. J. Agrivita. 33(3), 233-244
Finney, D. J. 1971. Probit analysis, 3rd ed. Cambridge University Press, London
Grewal PS., Ehlers R-U. & Shapiro-Ilan DI. 2005. Nematodes as Biocontrol Agents. CABI, New York, NY
Hazir S., Kaya HK., Stock P., and Keskin N. 2004. Entomopathogenic Nematodes (Steinernematidae and Heterorhabditidae) for biological control of soil pests. Turkish Journal of Biology. 26, 181-202.
Hou-Feng Li, Yen-Chiu Lan, Ikuko Fujisaki, Natsumi Kanzaki, How-Jing Lee, and Nan-Yao Su. 2015. Termite Assemblage Pattern and Niche Partitioning in a Tropical Forest Ecosystem. Environmental Entomology. 44(3), 546-556
Indriyanti, D.R., Pribasari, A.D.H., Puspitarini, D., and Widiyaningrum, P. 2015. Kelimpahan dan pola penyebaran Nematoda Entomopatogen sebagai agensia pengendali serangga hama pada berbagai lahan di Semarang. Jurnal Lahan Suboptimal 3 (1), 55-61
Kaya, H.K. and Gaugler. 1993. Entomopathogenic Nematodes in Biological Control. CRC Press. Boca Raton. 38, 181-206.
Lewis, EE., Campbell, J., Griffin, C., Kaya, H. and Peters, A., 2006. Behavioral ecology of entomopathogenic nematodes. Biological control. 38, 66-79.
Lewis EE, and Clarke DJ. 2012. Nematode parasites and entomopathogens. Pp. 395–424 in F. Vega and H. K. Kaya, eds. Insect Pathology, 2nd ed. Amsterdam, The Netherlands: Elsevier.
Nixon P. 2005. Pesticide and Regulation. Champaign: Illinois University. http://www.pesticidesafety.uiuc.edu. [April 15, 2016].
Morton, A. and Garcia-Del-Pino, F. 2009. Ecological characterization of entomopathogenic nematodes isolated in stone fruit orchard soils of Mediterranean areas. Journal of Invertebrate Pathology. 102, 203-213.
Nandika, D., Rismayadi Y., and Diba F. 2003. Rayap, biologi dan pengendaliannya. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Rohde, C., Moino Junior, A., Silva, MA., Carvalho, F.D., and Ferreira, C.S. 2010. Influence of soil temperature and moisture on the infectivity of entomopathogenic nematodes (Rhabditida: Heterorhabditidae, Steinernematidae) against larvae of Ceratitis capitata (Wiedemann) (Diptera:Tephritidae). Neotropical Entomology. 39, 08-611.
Rosenheim, J.A., and Hoy, M.A. 1989. Confidence Intervals for the Abbott's Formula Correction of Bioassay Data for Control Response. J.Econ. Entomol. 82(2), 31-335
Shapiro-Ilan, D.I., Brown, I., and Lewis, E.E. 2014. Freezing and desiccation tolerance in Entomopathogenic Nematodes: Diversity and correlation of traits. J Nematol. 46(1), 27–34.
Sucipto. 2008. Nematoda entomopatogen Heterorhabditis isolat lokal Madura sebagai pengendalian hayati hama penting tanaman hortikultura yang ramah pada lingkungan. Agrovigor. 2(1), 47-53
Widiyaningrum, P., and Indriyanti, D.R. 2013. Ekplorasi nematoda entomopatogen dari tanah untuk agensia pengendalian hayati serangga hama. Laporan hasil penelitian Hibah Fundamental. DP2M Dikti.
Widiyaningrum, P., Subekti, N., and Priyono, B. 2016. Pengembangan Media Pembiakan Nematoda Entomopatogen Isolat Lokal Semarang Berdasarkan Karakter Ekologis dan Aplikasinya pada Rayap Tanah (Macrotermes Sp). Laporan hasil penelitian Hibah Bersaing. DRPM Dikti.
Yadav, A.K., and Lalramliana. 2012. Soil moisture effects on the activity of three entomopathogenic nematodes (Steinernematidae and Heterorhabditidae) isolated from Meghalaya, India. J Parasit Dis. 36(1), 94–98.
Section
Articles