TATAKELOLA SISTEM PENGUASAAN LAHAN PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI USHATANI PADI DI SULAWESI SELATAN

  • Suardi Bakri Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Makassar
  • Helda Ibrahim Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Makassar
  • Andi Kasirang T. Baso Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Makassar
Keywords: lahan, tatakelola, kelompok tani, sistem produksi, efisiensi

Abstract

Lahan merupakan asset produksi utama bagi petani, di sisi lain masalah penguasaan lahan pertanian, khususnya lahan tanaman pangan cenderung menurun dari tahun ketahun. Penelitian ini bertujuan mengkaji sistem penguasaan lahan dan menyusun model tatakelola penguasaan lahan, sehingga dapat meningkatkan produksi, produktivitas serta efisiensi usahatani padi di Sulawesi Selatan. Penelitian  dilaksanakan pada dua wilayah tipologi lahan, pertama, tipologi lahan dataran tinggi, Desa Salodua di Kabupaten Enrekang, dan Desa Gunung Perak di Kabupaten Kabupaten Sinjai. Kedua, Tipologi lahan dataran rendah di Desa Mojong Kabupaten Sidrap dan Desa Samaelo Kabupaten Bone. Jumlah  sampel dalam penelitian ini adalah 240 orang petani yang terdistribusi proporsional pada strata penguasaan lahan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, Indeks Gini Lahan dan Koefisien Efisiensi Lahan. Hasil penelitian menunjukan pola penguasaan lahan sawah yang ada saat ini untuk dataran rendah didominasi oleh kelompok ”gurem” yang menguasai lahan di bawah 0,5 ha. Sedangkan  didataran tinggi kelompok petani dominan adalah yang menguasai lahan 1,0 (89,22%). Seluruh responden menyatakan sebagai anggota kelompok tani, baik di lokasi sawah dataran rendah maupun lokasi sawah dataran tinggi. Seluruh responden juga menyatakan bahwa kelompok tani dimanfaatkan baru sebatas pada pengusulan dan penerimaan bantuan pemerintah berupa sarana produksi, alsintan maupun irigasi. Upaya konsolidasi lahan diantara kelompok belum ada sehingga proses produksi  masih dilakukan dengan sendiri-sendiri (individual). Model pengelolaan lahan dan sistem produksi secara  berkelompok dianggap merupakan solusi oleh petani, walaupun demikian terdapat titik-titik kritis yang menjadi catatan dalam model ini, diantaranya perbedaan  penguasaan lahan tiap petani, dan motivasi petani. 

References

Adyana, Made Oka, Suhaeti dan Rita Nur (2000). Penerapan Indeks Gini untuk Mengidentifikasi Tingkat Pemerataan Pendapatan Rumah Tangga Pedesaan di Wilayah Jawa dan Bali, Puslitbang Sosek, Bogor : Departemen Pertanian.
Axinn, William G. dan Pearce Lisa D. (2006). Mixed Methode Data Collection Strategies. New York, USA: Cambridge University Press.
Bakri, S. (2013). Dampak Kebijakan Pembangunan Pertanian Terhadap Pola Distribusi Lahan Usahatani (Studi Kasus di Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Prosiding Lokakarya Nasional dan Seminar Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia, Bogor : Fakultas Pertanian IPB dan FKPTPI.
Bakri, S. (2015). The Impacts of Agricultural Development on Shifting the Pattern of Distribution Land Tenure in South Sulawesi. Scientific Journal of PPI-UKM, 2(4), 169-175.
Griffin, Keith, Rahmanm Azizur dan Ickowitz, Amy (2002). Povertyand the Distribution of Land, Journal of Agrarian Change, 2 (2): 279-330.
Kementerian Pertanian RI (2013). Konsep Strategi Induk PembangunanPertanian 2013-2045. Jakarta :Biro Perencanaan Sekjen Kementan RI. Jakarta.
Kementerian Pertanian RI (2014). Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2014-2019. diakses :http://www.pertanian.go.id/file/RENSTRA2015-2019.pdf. 15 April 2015.
Lembaga Penelitian Smeru (2004). Understanding the Poor, Publikasi No. 11, Juli-September 2004, Jakarta: Lembaga Penelitian Smeru.
MacAndrew, Colin (1986). Land Policy in Modern Indonesia. Boston USA: Oelgeschalger, Gunn & Hain Publisher Inc.
Michler, Jeffrey D. and Shively, Gerald E. (2015). Land Tenure, Tenure Security and Farm Efficiency: Panel Evidence from the Philippines. Journal of Agricultural Economics, 66 (1): 155–169.
Mubyarto (ed) (1982). Growth and Equity in Indonesia Agricultural Development. Jakarta : Yayasan Agro Ekonomika.
Numang, Agus Arifin (2012). Capaian Pembangunan Pertanian Propinsi Sulawesi Selatan Sebagai Penyanggah MP3EI Koridor Sulawesi, Makalah pada Rakor MP3EI diMakassar, 2 Juni 2012.
Polama, Margaret M. (1979). Sosiologi Kontemporer. Jakarta: Rajawali Pers.
Querol, Mariano N. (1974). Land Reform in Asia Manila, Philipina: Solidaridad House.
Silitonga, Chrisman (1995). Perkembangan Ekonomi Pertanian Nasional 1969-1994. Jakarta: Perhepi.
Zain, M. M., Suardi Bakri, H. I., & Dirawan, G. D. Analysis of Factors Marketing of Commodities Rice Inter-Island in South Sulawesi. Man In India, 96(5), 1697-1702.
Section
Articles