KAPITALISASI RUANG TERBUKA TRADISIONAL SEBAGAI KOMODITAS

  • Ida Bagus Brata Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: globalisasi, kapitalisasi, ruang terbuka tradisional

Abstract

Fokus kajian ini untuk memahami fenomena kapitalisasi dengan mengangkat realitas lapangan yang bersifat empirik berkaitan dengan pemanfaatan ruang terbuka tradisional menjadi ruang ekonomis. Seiring dengan akselerasi kekuatan arus budaya global berimplikasi terhadap praktik-praktik budaya kapitalis. Akibatnya ruang terbuka tradisional dikapitalisasi, dikomersialisasi sebagai wadah fasilitas umum baru. Kapitalisasi ruang pada era Globalisasi diartikan bagaimana ruang terbuka tradisional diproduksi menjadi ruang-ruang ekonomis sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh pasar. Faktor internal dan eksternal tampak begitu kuat pengaruhnya terhadap terjadinya kapitalisasi terhadap ruang terbuka tradisional.  Faktor eksternal mencakup kehadiran manusia (wisatawan), barang dan uang, arus teknologi, media massa sebagai agen budaya populer, dan ideologi kapitalis. Faktor internal, seperti libido ekonomi (pemenuhan hasrat ekonomis). Ruang terbuka tradisional dieksploitasi untuk tujuan-tujuan menghasilkan uang, sehingga terjadi perubahan tata ruang tradisional Bali baik dalam zona parhyangan, pawongan maupun palemahan. Demi materi, ruang terbuka tradisional tidak lagi dipandang sebagai kearifan lokal, nilai-nilai ruang terbuka tradisional  diabaikan, sehingga terjadi kerusakan secara ekologis, estetika arsitektural Bali menjadi hilang, akibatnya terjadi destruksi identitas ke-Bali-an.

References

Adian, Donny Gahral. 2006. “Hiperfilsafat” dalam Menggledah Asrat Sebuah Pendekatan Multi Perspektif (Alfathri Aldin: ed). Yogyakarta: Jalasutra.
Agger, Ben. 2003. Teori Sosial Kritis Kritik, Penerapan dan Implikasinya. Kreasi Wacana : Yogyakarta.
Brata, Ida Bagus. 2012. ”Komodifikasi Telajakan Pada Era Globalisasi di Desa Ubud Kec. Ubud Kab. Gianyar”(Disertasi). Denpasar: Program Doktor Program Studi Kajian budaya. Program Pascasarjana Universitas Udayana.
Duncan, Hugh Dalziel. 1997. Sosiologi Uang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Foucault, Michel. 2002. Power/Knowledge Wacana Kuasa/Pengetahuan (Penerjemah Yudi Santosa). Bentang Budaya : Yogyakarta.
Gorz, Andre. 2002. Ekologi dan Krisis Kapitalisme (Penerjemah: komunitas Apiru). Yogyakarta: INSIST PRESS.
Piliang, Yasraf Amir. 2004. Dunia yang Berlari. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Ritzer, George dan Douglas J. Goodman. 2011. Teori Sosiologi Modern (Dialihbahasakan oleh Alimandan). Jakarta: Kencana.
Sastrapratedja, M. 2010. “Ruang Publik dan Ruang Privat dalam Tinjauan Kebudayaan”. Dalam F. Budi Hardiman(ed). Ruang Publik Melacak Partisipasi Demokratis dari Polis Sampai Cyberspace. Yogyakarta: Kanisius.
Suseno, Franz Magnis. 2003. Pemikiran Karl Marx dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme. Jakarta: PT Sun.
Sutrisno, Mudji. 2010. “Krisis Ruang Publik Kultural”. dalam F. Budi Hardiman(ed). Ruang Publik Melacak Partisipasi Demokratis dari Polis Sampai Cyberspace. Yogyakarta: Kanisius.
Section
Articles