RESPON GENOTIPE PADI TOLERAN KEKERINGAN HASIL IRADIASI SINAR GAMMA PADA MEDIA TERGENANG AIR DAN CEKAMAN KEKERINGAN

  • Abdul Kadir Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar
  • Andi Abd. Rahman Syafar Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar
  • Rahmat Jahuddin Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar
  • Endang G. Lestari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Bogor
Keywords: Genotipe padi, padi mutan, cekaman kekeringan, sinar gamma

Abstract

Penggunaan varietas yang adaptif terhadap cekaman kekeringan merupakan salah satu alternatif dalam upaya memanfaatkan lahan kering.  Pengujian cekaman kekeringan pada tanaman padi dapat dilakukan dengan cara pembatasan pemberian air hingga tanaman mengalami cekaman kekeringan dan dibandingkan dengan tanaman yang ditumbuhkan pada media tanaman yang tergenag air. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan  beberapa genotipe mutan yang menunjukkan respon yang lebih baik  pada kondisi media lingkungan tercekam kekeringan. Peneliian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar, berlangsung dari April   s/d  Juli 2016.  Bahan yang digunakan terdiri atas  enam genotipe padi hasil iradiasi sinar gamma dan var.Situbagendit (pembanding). Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan empat ulangan. Perlakuan Petak Utama terdiri atas media tumbuh yang digenangi air dan media tumbuh kondisi aerob hingga terjadi cekaman kekeringan. Perlakuan Anak Petak, yaitu genotipe padi :  IR rad som 7-3, IR rad som 1-8,  IR rad som 6-3, IR Som 5-3, IR Som 4-3 dan IR Som 3-1 serta varietas Situ Bagendit (pembanding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cekaman kekeringan, menyebabkan tanaman mengalami penurunan pertumbuhan dan hasil pada semua genotipe uji dan varietas pembanding. Genotipe  padi mutan IR rad som 7-3, IR rad som 1-8 dan IR rad som 6-3 memberikan  respon yang lebih baik terhadap kondisi cekaman kerkeringan dengan memperlihatkan persentase penurunan pertumbuhan dan hasil tanaman nyata lebih rendah dibandingkan dengan genotipe uji lainnya dan varietas pembanding. Produksi gabah per rumpun dan konversi ke hektar genotipe IR rad som 7-3, IR rad som 1-8 dan IR rad som 6-3 pada media  tergenang air,  masing-masing : 78.1 g (8.67 t ha-1);  87.8 g  (9.76 t ha-1) dan 74.1 g (8.23 t ha-1). Sedangkan pada kondisi cekaman kekeringan  masing-masing : 48.0 g (5.33 t ha-1);  47.8 g  (5.1 t ha-1) dan 34.1 g (3.87 t ha-1).

References

Alberte RS, Thomber JP, Fiscus EL. 1977. Water stress effect on the content and organization of chlorophyll and bundle sheath chloroplast of maize. Plant Physiol. 59:351-352.
Bernier, J., Kumar, A., Serraj, R., Spaner, D., Atlin, G. 2008. Review: breeding upland rice for drought resistance. Journal of the Science of Food and Agriculture 88, 927-939.
Kadir A. 2011. Respon genotipe padi mutan hasil iradiasi sinar gamma terhadap cekaman kekeringan. Jurnal Agrovigor 10(3): 238-249.
Lafitte, Z.K. Li, C.H.M. Vijayakumar, Y.M. Gao and Y. Shi. 2006. Improvement of rice drought tolerance through backcross breeding: Evaluation of donors and selection in drought nurseries. Field Crops Research 97: 77–86.
Raper, C.D and Kramer, P. J. 1987. Stress physiology. Di dalam : Wilcox JR, editor.Soybean : Improvement, Production and Uses. 2nd edition. New York, American Society of Agronomy, Inc. hlm 589 – 625.
Sakarvadia, H.L. and B.S. Yadav. 1994. Effect of water stress at difference growt phases of groundnut on yield and nutrient absortion. J. of The Indian Society of Soil Science Vol 42, No.1 : 147-149.
Savin, R and Nikolas, M.E. 1996. Effect of short periods of drought and high temperature on grain growth and starch accumulation of two malting barley cultivars. Aust. J. Plant Fhysiol. Vol. 23 : 201-210.
Thi lang, N, N.Q.C. Binth, C.T.Nha and B.C. Buu. 2010. A candidate gene response to droughtstress condition in rice (Oryza sativa L.). Omonrice 17: 105-113
Van Doren Jr. DM, Reicosky DC. 1987. Tillage and irrigation. In : Wilcox, editor. Soybean : improvement, production and uses. 2nd edition. New York, American Society of Agronomy, Inc.
Van Oosterom EJ, F.R. Bidinger,and E.R. Weltzien. 2003. A yield architecture framework to explain adaptation of pearl millet to environmental stress. Field Crops Research. 80(1): 33 56.
Section
Articles