PERANANAN IPTEK DALAM PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA (BAHASA INGGRIS) PADA MASYARAKAT KUTA SELATAN

  • I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri STIBA Saraswati Denpasar
  • I Dewa Ayu Devi Maharani Santika STIBA Saraswati Denpasar
Keywords: IPTEK, pemerolehan bahasa, Pembelajar bahasa

Abstract

Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Begitupun telah ditemukannya formulasi – formulasi baru aneka kapasitas komputer dalam pengajaran dan pembelajaran khususnya dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa kedua (bahasa Inggris). Inovasi inovasi tersebut semakin berkembang pesat melahirkan model dan media pengajaran yang mudah di akses secara cepat oleh masyarakat. Bagi pembelajar bahasa kedua atau bahasa target, ada dua macam cara untuk memperoleh kemampuan berbahasa kedua tersebut, yaitu: Pemerolehan yang bersifat alamiah, dalam artian di bawah sadar, seperti proses pemerolehan bahasa Ibunya, dan Pembelajaran yang dilakukan secara sadar, dimana pengaplikasikan inovasi iptek banyak terjadi, biasanya pada situasi formal, seperti di sekolah dan pada situasi informal seperti di tempat tempat kursus bahasa maupun secara otodidak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang akan menggunakan metode deskripsi dalam penyajian analisisnya serta menggunakan metode sampling acak dalam mengumpulkan data yaitu pada masyarakat Kuta Selatan yang dalam kesehariannya berkecimpung ataupun berhubungan dengan dunia pariwisata. Metode kuesioner, interview, note-taking juga diaplikasikan agar terkumpul data yang lebih akurat untuk menunjang analisis penelitian ini. Secara umum hasil data yang diperoleh adalah masyarakat dapat mengakses secara online bentuk- bentuk pengajaran bahasa inggris sebagai bahasa kedua, baik secara teori dan juga latihan – latihan soal, melalui internet, dimana tingkatan-tingkatan pembelajaran yang diinginkan dapat disesuaikan dengan kemampuan individu. Bentuk lainnya dari inovasi iptek dalam pemerolehan bahasa kedua adalah diadakannya evaluasi secara online.  Berdasarkan data yang diperoleh, 76,2 persen atau 83 orang pembelajar bahasa mampu mengikuti evaluasi secara online dengan nilai yang cukup memuaskan,  sedangkan 23.8 persen atau 27 orang lainnya masih membutuhkan remedial dan bimbingan pengayaan teori.  Penerapan IPTEK dapat menimbulkan dampak positif dan negatif bagi pembelajar. Dampak positifnya adalah pembelajar bahasa kedua dapat dengan cepat mengakses bentuk bentuk pengajaran bahasa secara mandiri. Sedangkan dampak negatifnya adalah pembelajar menjadi pasif tanpa adanya interaksi dan komunikasi dengan pembelajar maupun dengan pengajar.

References

Brown, Doulas. 2007. Prinsip Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa, Edisi kelima. Longman: Pearson Education, Inc
Budiningsih, Asri. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Chomsky, Noam. 1972. Language Mind. New York: Harcourt Brace Jovanovich, Inc.
Ellis, R. .1982. Understanding Second Language Acquisition. New York: Oxford University
Iskandarwassid dan Dadang Suendar. 2009. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Koentjaraningrat. 1977. Metode – Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT. Gramedia.
Krashen, Stephen. D. and Tracy. D. Terrell. 1985. The Natural Approach Language Acquisition in the classroom. New York: Pergamon Press.
Skinner, B.F. 1957. Berval Behaviour. New York: Appleton Century Crofts.
Sudaryanto. 1993. Menguak Fungsi Hakiki Bahasa. Yogya: Duta Wacana Pers
Section
Articles