EKONOMI KREATIF WARGA BELAJAR PEREMPUAN BERBASIS POTENSI LOKAL DENGAN PENDEKATAN OVOP (ONE VILLAGE ONE PRODUCT)DI DESA TIGAWASA BULELENG, BALI

  • Dewa Bagus Sanjaya
  • Ketut Sudita
  • Dewa Nyoman Sudana
Keywords: pengerajin bambu perempuan, warga belajar, OVOP

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan Iptek bagi Desa Mitra (IbDM) ini adalahmeningkatkan partisipasi perempuan agar memiliki kemampuan usaha mandiri dalam bidang kerajinan bambu. Pengembangan usaha mandiri kerajinan bambu bagi perempuan sebagai kegiatan industri rumah tangga sesuai dengan potensi lokal yang ada di desa Tigawasa.Kegiatan ini diawali dengan pendataan warga belajar, kemudian dibentuk kelompok belajar secara permanen. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berpedoman pada Standar Kompetensi Keaksaraan (SKK). SKK dijabarkan ke dalam Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Pendekatan yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan andragogis, fungsional, dan tematik.Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, praktek langsung dan pendampingan.Subjek sasaran kegiatan ini adalah warga belajar perempuan yang ada dalam kategori keaksaraan usaha mandiri (KUM). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa warga belajar yang berumur 15 tahun sampai dengan 60 tahun telah lulus keaksaraan dasar, sehingga dilanjutkan kejenjang keaksaraan usaha mandiri. Keaksaraan usaha mandiri secara teknis dikemas dengan memantapkan membaca, menulis, berhitung secara bersamaan dan pengembangan usaha mandiri. Setelah melalui prose latihan warga belajar telah mampu menghasilkan sokasi dalam berbagai bentuk dan ukuran, tempat sesajen, tempat pulpen, tempat laptop dan lain-lain. Produk kerajinan bambu yang bervariasidapat mengangkat harga jual menjadi lebih mahal sehingga menambah penghasilan warga belajar. Kegiatan pendampingan dilakukan secara rutinsehingga warga belajar dapat meningkatkan keterampilan usaha mandiri sebagai bekal hidup untuk dapat meningkatkan pendapatan.

References

Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Dirtjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kemdiknas.2011. Keaksaraan dasar dan Keaksaraan Usaha Mandiri. Jakarta: Kemdiknas.
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Departemen Perdagangan Republik Indonesia.2008. “Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 : Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009 – 2025”
HenyPrananingrum, 2009, PerkembanganDesaindan Proses ProduksiKerajinanKayu di DesaBatokanKasimanBojonegoro, JurusanSeniRupa, Fakultas Bahasa danSeni, UniversitasNegeri Semarang, Semarang.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 2011. Pokok-Pokok Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia tahun 2011-2025 disampaikan dalam Rakernas Kementerian KUKM tanggal 14 Mei 2011 di Jakarta.
Deputi Menteri Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kementerian Koperasi dan UKMRepublik Indonesia. 2010. Pengembangan Produk Unggulan Daerah Melalui Pendekatan OVOP (One Village One Product).
Section
Articles