PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM (AMARANTHUS SP) PADA TANAH TEGALAN ASAL DAERAH KUBU, KARANGASEM

  • I Nengah Sidemen
  • I Dewa Nyoman Raka
  • Putu Bagus Udiyana
Keywords: Tanah, Pupuk Kandang dan Tanaman Bayam

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan jenis pupuk kandang yang paling baik digunakan untuk budidaya tanaman bayam cabut pada tanah tegalan daerah Kubu, Kabupaten Karangasem.Jenis tanah yang digunakan di lokasi penelitian adalah tanah Lempung Berpasir.Penelitian ini dilaksanakan pada rumah kaca yang berlokasi di Jalan Kenyeri, Gang Nagasari 4, No 10, Denpasar pada tanggal 28 Mei sampai 2 Juli 2016.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan.Adapun 5 perlakuan yang dimaksud adalah K (Kontrol), PA (Pupuk kandang ayam), PS (Pupuk kandang sapi), PK (Pupuk kandang kambing) dan PB (Pupuk kandang babi). Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), berat basah tanaman diatas tanah (g), berat basah akar (g), berat kering tanaman diatas tanah (g) dan berat kering akar (g). Berdasarkan analisis data secara statistik diketahui bahwa ulangan pada semua parameter menunjukan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P< 0,01). Hasil analisis tanah menunjukan kandungan N total rendah (0,140 %), P tersedia sangat tinggi (297,050 ppm), dan K tersedia tinggi (247,370 ppm) serta pH netral (7,200) dengan tekstur lempung berpasir. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian perlakuan pupuk kandang sapi memberikan hasil tinggi tanaman maksimal mencapai 58,54 cm sedangkan pemberian perlakuan pupuk kandang ayam memberikan hasil jumlah daun maksimal dan diameter batang maksimal mencapai 40,4 helai dan 1,48 cm. Perlakuan pupuk kandang ayam juga memberikan hasil tertinggi terhadap berat basah tanaman diatas tanah yaitu mencapai  98,1 gram , berat kering tanaman diatas tanah mencapai 7,07 gram dan berat kering akar mencapai 0,65 gram. Sedangkan perlakuan pupuk kandang sapi memberikan hasil tertinggi terhadap berat basah akar yaitu mencapai 16,1 gram.

References

Adil W. H, 2006. Pengaruh 3 Jenis Pupuk Terhadap Sayuran. J. Biodiversitas. Vol 7.
Adimihardja, A.,I. Juarsah, dan U. Kurnia. 2000. Pengaruh Penggunaan Berbagai Jenis dan Takaran Pupuk Kandang Terhadap Produktivitas Tanah Ultisols Terdegradasi di Desa Batin, Jambi.Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor.
Agustina, L. 1990. Nutrisi Tanaman. Rineka Cipta, Jakarta 69 h
Bramwell, Martyn. 2004. Pertanian Dunia. Pakaraya Pustaka. Bandung.
Hadisoeganda, A. WidjajaW. 1996. Bayam Sayuran Penyangga Petani di Indonesia. Monograf No.4. BPPP. Lembang, Bandung.
Hasibuan, B. E. 2006. Ilmu Tanah. FP USU. Medan.
Hendarsin, M dan Srijono. 2002. Pupuk Organik. PT. Balai Pustaka.Jakarta.
Lingga dan Marsono.2008.Petunjuk penggunaan pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.
Martajaya, M. (2002).Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays Saccharata Stury) yang dipupuk dengan Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik Pada Saat yang Berbeda. Program Study Holtikultura Fakultas Pertanian Universitas Mataram.Mataram.
Section
Articles