PERTANGGUNGJAWABAN PENYELENGGARA KLINIK PENGOBATAN TRADISIONAL ATAS KERUGIAN YANG DIALAMI OLEH PASIEN

  • Dewi Bunga
Keywords: Obat Tradisional, Klinik, Pasien

Abstract

Obat tradisional merupakan terapi pengobatan alternatif untuk pasien. klinik pengobatan tradisional juga menawarkan janji seperti obat tanpa efek samping, bahkan untuk penyakit kronis. Hal ini memberikan harapan baru bagi pasien. Sayangnya, uji klinis tentang khasiat obat tradisional belum banyak dilakukan. bahan kimia berbahaya juga telah ditemukan dalam campuran obat tradisional. Dalam penelitian ini kami akan mempertimbangkan dua isu yaitu pengawasan keberadaan obat tradisional dan perlindungan hukum bagi pasien yang menderita kerugian sebagai akibat dari obat tradisional tidak. Pengawasan keberadaan obat tradisional diatur dalam Pasal 60 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang menentukan bahwa setiap orang yang melakukan pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan alat dan teknologi harus mendapat izin dari lembaga kesehatan yang berwenang. Instrumen lisensi adalah model pengawasan yang bertujuan untuk mencegah praktik layanan pengobatan tradisional yang membahayakan pasien. perlindungan hukum bagi pasien yang menderita kerugian akibat pengobatan tradisional yang dilakukan oleh ketentuan pidana pada setiap orang tanpa izin untuk melakukan praktik pelayanan kesehatan tradisional, di mana hasil dari tindakan tersebut menyebabkan kerugian harta benda, cedera parah atau kematian. Klaim untuk kompensasi juga dapat dilakukan terhadap seseorang, tenaga kesehatan, dan / atau penyedia menimbulkan kerugian akibat kesalahan atau kelalaian dalam perawatan kesehatan.

References

Buku
Abdul Rasyid Saliman, et.Al. 2008, Hukum Bisnis Untuk Perusahaan (Teori dan Contoh Kasus) Edisi 2 Cetakan 4, Kencana Renada Media Group, Jakarta.
Ahmadi Miru dan Sutarman Yodo, 2004, Hukum Perlindungan Konsumen, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Firmansya, Muhammad, 2008, Tata Cara Mengurus Perizinan Usaha Farmasi dan Kesehatan, Gramedia, Jakarta.
Hendrojono Soewono, 2007, Batas Pertanggungjawaban Hukum Malpraktek Dokter Dalam transaksi Terapentik, Srilandi, Surabaya.
Nurheti Yuliarti, 2008, Sehat, Cantik, Bugar dengan Herbal dan Obat Tradisional, Andi, Jakarta.
Satjipto Rahardjo, 2003, Sisi-sisi Lain dari Hukum di Indonesia, Jakarta, Kompas.
Shidarta, 2000, Hukum Perlindungan Konsumen, Grasindo, Jakarta.
Syaiful Bakhri, 2015, Sistem Peradilan Pidana Indonesia dalam Perspektif Pembaruan, Teori dan Praktik Peradilan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Sumber Hukum
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.