LEGALITAS TINDAKAN ABORSI BAGI KORBAN PEMERKOSAAN DI INDONESIA

  • Putu Sekarwangi Saraswati
Keywords: Kesehatan, Reproduksi, Aborsi

Abstract

Pasal 75 UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Pasal 31 PP No. 61 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Reproduksi  mengatur mengenai aborsi provocatus yang diperbolehkan di Indonesia, yakni aborsi provocatus atas indikasi medis atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai aborsi provocatus medicalis. Indikasi kedaruratan medis yang dimaksud adalah sesuatu kondisi benar-benar mengharuskan diambil tindakan medis tertentu demi penyelamatan si ibu dan juga kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan. Jika dalam Undang-Undang Kesehatan yang lama tidak dimuat secara khusus mengenai aborsi terhadap korban perkosaan sehingga menimbulkan perdebatan dan penafsiran di berbagai kalangan.Dengan adanya undang-undang kesehatan yang baru maka hal tersebut tidak diperdebatkan lagi mengenai kepastian hukumnya karena telah terdapat pasal yang mengatur secara khusus. Uraian Pasal 75-76 UU No. 36 Tahun 2009 dan Pasal 31-32 PP No. 61 Tahun 2014 diatas menunjukkan bahwa aborsi tidak dapat dilakukan secara sembarangan, harus ada alasan serta syarat yang terpenuhi sesuai dengan kualifikasi undang-undang. Sanksi bagi yang melanggar ketentuan tersebut dapat dikenai dengan hukuman, karena pada dasarnya setiap aturan hukum diadakan pasti diikuti dengan sanksi hukumnya, sehingga peraturan hukum tidak hanya mengatur akan tetapi juga bersifat memaksa bagi anggota masyarakat yang melanggar peraturan tersebut.

References

Buku
Prawirohardjo, Sarwono, 2005, Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pusaka, Jakarta.
Suryono Ekotama, ST. Harum Pudjiarto . RS, G. Widiartana, 2001, Abortus Provocatus Bagi Korban Perkosaan Perspektif Viktimologi, Kriminologi dan Hukum Pidana, Universitas Atmajaya Yogyakarta.
Hasnil Basri Siregar, 1994, Pengantar Hukum Indonesia , Penerbit Kelompok Studi Hukum dan Masyarakat Fakultas Hukum USU, Medan.

Internet
http://boeyberusahasabar.wordpress.com/2012/11/02/aborsi‐sebagai‐bentuk perlindungan‐hukum‐bagi‐perempuan‐korban‐perkosaan/diakses pada tanggal 26 Juli 2016.
Lihat Forum Diskusi, Resiko Aborsi, http://www.aborsi.org, diakses pada tanggal 26 Juli 2016.

Jurnal
Mufliha Wijayanti, Aborsi Akibat Kehamilan Yang Tak Diinginkan, Jurnal Studi Keislaman, Volume 15, Nomor 1, Juni 2015.

Sumber Hukum
Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Keseharan Reproduksi.