EVALUASI TATA LETAK FASILITAS KERJA KERAJINAN BERBAHAN LIMBAH KAYU (DRIFTWOOD)

  • I Gede Nyoman Suta Waisnawa Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bali
  • I Made Sudana Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bali
  • Ida Bagus Swaputra Jurusan Manajemen, STIMI Handayani Denpasar
Keywords: Tata Letak Fasilitas Kerja, Kerajinan Limbah Kayu

Abstract

Program Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE) di Ari Deco” yang beralamat di Kecamatan Abian Semal dan ”Kubu Shop” yang beralamat di Kecamatan Kuta Tengah, Kabupaten Badung Bali. Produk kerajinan (Driftwood) yang menghasilkan produk berupa patung binatang, meja, kursi, bingkai cermin, tempat lampu dan barang seni.  Tata letak fasilitas memiliki total jarak perpindahan material yang lebih dekat dibandingkan tata letak faslitas sebelumnya, urutan mesin dan peralatan pada tata letak fasilitas yang baru memiliki tipe aliran zig-zag. Perbaikan tata letak fasilitas kerja diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pengrajin/pekerja karena pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman sehingga beban kerja menjadi lebih ringan. Pelaksanaan program tahun ke-1 ini hasil dan luaran yang dicapai adalah : Stasiun kerja yang tertata dan peningkatan sarana dan fasilitas produksi berupa perkakas kerja yang dibutuhkan dalam menproduksi kerajinan. menggunakan 2 unit nails gun dengan 4 unit produk per hari, dan saat ini sudah mampu menggunakan 4 unit nail guns secara bersamaan, sehingga proses perakitan dapat mengerjakan 6-8 unit produk per hari. Jumlah order produk  di tahun ke-1 per Agustus 2016 adalah 308 unit dengan nilai transaksi sebesar Rp.131.280.000,00. Berdasarkan data penjualan tahun 2015 sebesar 200 unit maka telah terjadi peningkatan pesanan produk sebesar 35% . 

References

(1) Abidin, Zaenal. Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas Produksi UKM Sentral Seragam. Jakarta, 2011.
(2) Departemen Pembinaan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Propinsi Bali, 2000. Laporan Perkembangan Usaha Kecil dan Menengah kabupaten Badung.
(3) Disperindag-Badung, 2013. Perkembangan Pemasaran Ekspor Kerajinan di Kabupaten Badung.
(4) Rika Ampuh Hadiguna. 2009. Manajemen Pabrik: Pendekatan Sistem untuk Efisiensi dan Efektifitas. Jakarta: Bumi Aksara.
(5) Sutalaksana,1999. Pengautran Stasiun Kerja yang Ergonomis Guna Meningkatkan Kenyamanan Kerja
(6) Nurmianto, 1998. Desain stasiun Kerja yang Sehat, Jakarta: Guna Widya
(7) Wignjosoebroto, Sritomo. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Edisi Ketiga Cetakan Pertama. Guna Widya, Surabaya, 2000.
Section
Articles