PENGELOLAAN PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN

  • Kadek Rahayu Puspadewi FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Desak Nyoman Budiningsih FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: Air minum, Mesin penyulingan, Filter membran

Abstract

Tujuan utama dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi air minum melalui penggunaan aplikasi teknologi yang lebih baik. Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air minum ”SAUCA” dan air minum RO “DZAFFIN” adalah dua macam jenis air minum dalam kemasan yang dalam pengelolaannya masih menghadapi beberapa permasalahan, yaitu: 1) terbatasnya kapasitas mesin penyulingan, 2) filter membran yang sudah tak layak pakai,dan 3) tidak tertampungnya sisa air proses penyulingan.Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan transferteknologi melalui kegiatan pendampingan di lapangan. Dari kegiatan yang telah dilakukan diperoleh hasil 1) meningkatkan hasil produksi air SAUCA dari 10 galon menjadi 60 galon, 2) TDS air menurun dari 25 menjadi 9, 2) tidak adanya air sisa proses penyulingan yang terbuang percuma

References

Kartika, B. 1990. Sanitasi dalam Industri Pangan. Yogyakarta: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada.
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002 tentang Syarat-Syarat Dan Pengawasan Kualitas Air Minum. http://www.hukor.depkes.go.id. Diakses pada tanggal 19 April 2015.
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. http: jdih.pom.go.id. Diakses pada tanggal 1 Agustus 2016.
Santoso,R. 2009. Reverse Osmosis. Diakses dari https://airreverseosmosis.wordpress.com/2009/02/16/apa-itu-reverse-osmosis/. Diakses pada tanggal 20 April 2015; pukul 12.15.
Section
Articles