PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN PESTISIDA NABATI DAN HAYATI DALAM UPAYA MENEKAN PENGGUNAAN PESTISIDA KIMIA SINTETIS MENUJU KEMADIRIAN PETANI

  • I Nyoman labek Suyasdipura Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Made Nada Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Ketut Widnyana Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: Kelompok tani, Pestisida nabati, Hayati, Pelatihan, Pendampingan

Abstract

Pertanian merupakan bidang kegiatan yang menjadi pilihan terakhir bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Generasi muda hampir tidak punya kebanggan bila memilih pekerjaan bertani, sebab disamping padat modal dan padat karya, bertani tidak memberikan jaminan dalam kepastian hasil.   Pestisida sintetis sangat diperlukan dalam usaha tani, namun harganya dari waktu ke waktu semakin meningkat dan juga berdampak buruk kepada lingkungan. Tidak adanya jaminan harga menyebabkan usaha tani seperti pekerjaan untung-untungan saja. Kendala inilah yang disampaikan kepada tim IbM Unmas Denpasar oleh kedua mitra yaitu Kelompok  Tani Pala Karya dan kelompok tani Giri Sari. Kedua kelompok tani berada dalam satu kecamatan yaitu kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana Bali. Hasil diskusi dengan kedua mitra disepakati bahwa yang menjadi prioritas untuk dibantu diantaranya adalah membuat percontohan dan pelatihan membuat membuat pestisida nabati dengan memanfaatkan tanaman sekitar. Dari solusi ini diharapkan dapat meminimalkan biaya usaha tani khususnya dari segi pembiayaan pembelian pestisida sintentis.            Pelatihan dilakukan terhadap 30 orang anggota kedua kelompok tani yang diawali dengan sosialisasi program, pelatihan sebanyak 5 tahap dan dilanjutkan dengan pendampingan dan evaluasi program. Keterlibatan kelompok tani selama kegiatan mencapai tingkat kehadiran 80 – 100%, dengan tingkat trampilnya petani dalam membuat pestisida nabati sampai tingkat trampil (paham dan trampil membuat = 85%), dan dalam pembuatan pestisida hayati sampai tingkat cukup terampil (cukup paham dan bisa membuat = 75%). Dari sisi teknis aplikasi di lapangan keterampilan petani mencapai 90% dari jumlah petani yang diberikan pelatihan  dan pendampinngan. Kedua kelompok tani juga diberikan alat dan bahan dalam pembuatan dan aplikasi pestisida tersebut, seperti ; SOP pembuatan pestisida nabati dan hayati, panic besar, blender, elektrik sprayer, masker, dan slop tangan

References

Anonimus, 2015. Cara mudah membuat pupuk organic cair. https://warasfarm.wordpress.com/2013/03/19/cara-membuat-pupuk-organik-cair-mol-dan-kompos/, diunduh 23 April 2015.
Kementerian Negara Lingkungan Hidup, 2009. Penuntun Praktis Pemanfaatan Eceng Gondok. https://menyelamatkandanaulimboto.wordpress.com/pengendalian-eceng-gondok/kemeneg-lh/ di unduh tgl 31 Maret 2015
Anonimus., 2015. Bagaimana Membuat Pestisida Nabati. http://pertaniansehat.com/read/2012/06/12/bagaimana-membuat-pestisida-nabati.html . diunduh 30 April 205
Section
Articles