PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DALAM MENUNJANG KETERSEDIAAN TELUR AYAM RAS DI DESA MUSI KECAMATAN KALONGAN KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD

  • Josephine L.P Saerang Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi
  • Sintya J.K Umboh Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi
  • Alfons A. Maramis Program Studi Biologi Universitas Negeri Manado
  • Revolson A. Mege Program Studi Biologi Universitas Negeri Manado
Keywords: Pemberdayaan, Produksi, Konsumsi, Telur Ayam Ras

Abstract

Kesenjangan antara jumlah produksi dan konsumsi telur ayam ras menjadi masalah penting dalam ketersediaan protein hewani. Tingginya jumlah jumlah konsumsi dibandingkan produksidisebabkan oleh beberapa faktor.Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui produksi dan jumlah konsumsi telur ayam ras, serta peranan kelompok tani dalam menunjang ketersediaan telur ayam ras di Desa Musi.Penelitian menggunakan metode survey dengan instrumen kuesioner.  Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yakni Desa Musi dengan pertimbangan merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Kepulauan Talaud yang masuk dalam program kawasan ekonomi masyarakat (KEM). Jumlah sampel rumahtangga sebanyak 34 rumahtangga. Analisis data menggunakan statistik deskriptif secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkanrata-rata konsumsi telur ayam ras rumahtangga sebanyak 30 butir/minggu.  Dengan rata-rata jumlah anggota rumahtangga sebanyak 5 orang, berarti konsumsi telur ayam ras sebesar 6 butir/minggu/orang atau sebesar 1 butir/hari/orang. Dikalikan jumlah penduduk sebanyak 340 jiwa, maka kebutuhan telur ayam ras masyarakat Desa Musi mencapai 340 butir/hari.  Dibandingkan jumlah produksi rata-rata sebanyak 70 butir/hari, berarti kelompok tani sebagai produsen baru dapat memenuhi 20 persen dari kebutuhan masyarakat Desa Musi. Salah satu upaya untuk mengatasi kesenjangan ini yakni pemberdayaan kelompok tani. Melalui kelompok tani diseminasi teknologi pertanian kepada petani peternak lebih efisien sehingga dapat meningkatkan produktivitas, produksi, dan pendapatan rumahtangga petani.Tingginya permintaan telur ayam ras menjadi peluang pasar  bagi kelompok tani untuk mengembangkan usaha peternakan ayam ras petelur di Desa Musi

References

M, Simatupang P. 1998. Pola Konsumsi danKecukupan Kalori dan Protein di Pedesaan SumateraBarat. Prosiding PATANAS: Perubahan Ekonomi Pedesaan Menuju Struktur Ekonomi Berimbang.Pusat Penelitian Agro Ekonomi.
Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.2012. Direktori Pengembangan Konsumsi Pangan. Jakarta (ID) : Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.
Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara. 2015. Statistik Peternakan Tahun 2015. Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara.
Fagi A M dan Kartaatmadja S. 2004. Dinamika Kelembagaan Sistem Usahatani Tanaman-Ternak dan Diseminasi Tehnologi. Prosiding Seminar. Sistem Kelembagaan Usahatani Tanaman-Ternak. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Deparlemen Pertanian, Jakarta Selatan.
Ilham N, Kariyasa IK, Wiryono, Hastuti. 2001. Analisis Penawaran dan Permintaan Komoditas Peternakan Unggulan. Laporan Teknis Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor (ID) : Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian.
Nuryanti S, Swastika D K S. 2011. Peran Kelompok Tani dalam Penerapan Teknologi Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi 29(2): 115-128.
[Pusdatin] Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2013. Kinerja Perdagangan Komoditas Pertanian. Jakarta (ID): Pusdatin.
Rachman HPS dan Wahida. 1998. Dinamika PolaPengeluaran dan Konsumsi Rumah Tangga sertaProspek Permintaan Pangan. Dalam DinamikaEkonomi Pedesaan: Perubahan Struktur Pendapatan,Ketenagakerjaan dan Pola Konsumsi Rumah Tangga.Puslit Sosial Ekonomi Pertanian-Ford Foundation.
Saliem HP, Lokollo E M, Purwantini T B, Ariani M, Marissa Y. 2001. Analisis Ketahanan PanganTingkat Rumah Tangga dan Regional. Laporan HasilPenelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan SosialEkonomi Pertanian, Bogor.
Section
Articles