PELATIHAN PEMBUATAN SUSU KACANG-KACANGAN PADA KELOMPOK WANITA TANI DI DESA KUWUM MENGWI BADUNG

  • A.A Made Semariyani Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa
  • Ni Made Ayu Suardani Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa
  • I Putu Candra Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa
Keywords: Susu Kacang-kacangan, Teknologi Tepat Guna

Abstract

Kegiatan IbM Produk Olahan Susu Kacang-kacangan  ini terselenggara karena adanya permohonan dari salah satu warga (Ketua Kelompok Wanita Tani/ KWT Sarwa Pala Nadi) Desa Kuwum yang meminta kepada Fakultas Pertanian agar diberikan pelatihan  Teknologi Pengolahan hasil pertanian khususnya kacang-kacangan kepada masyarakat Kuwum (Ibu-ibu/remaja Putri yang tergabung dalam KWT Sarwa Pala Nadi). Permohonan tersebut disikapi oleh Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa dengan mengajukan  proposal ke Dikti dengan menunjuk beberapa orang Dosen sebagai pelaksana kegiatan. Dari kegiatan ini ada beberapa Target Luaran yang telah direncanakan terutama IPTEK dalam menangani pasca panen kacang-kacangan khususnya pembuatan produk olahan susu kacang-kacangan (susu kedekai, susu edamame, susu kacang hijau, susu kacang merah, susu kacang buncis dan susu kacang tanah), yang memiliki ijin dari Dinas Kesehatan atau BPOM berupa No.PIRT. Peserta pelatihan juga diberikan pengetahuan penunjang yaitu mengenai kewirausahaan, managemen usaha, sanitasi dan hygiene proses produksi, pengemasan dan pemasaran sehingga peserta pelatihan mampu mengelola usaha yang dibuat, dengan baik. Metoda yang diterapkan dalam pelatihan ini adalah : wawancara, ceramah dan praktek langsung membuat susu kacang-kacangan.            Setelah dilaksanakan kegiatan ini maka Target luaran yang sudah tercapai yaitu peserta didik mampu membuat susu kacang-kacangan. Agar  hasil kegiatan ini dapat berkelanjutan maka panitia memberikan peralatan yang diperlukan, uang transport saat pelatihan agar peserta didik bersemangat di dalam melaksanakan pelatihan dan terakhir diberikan  modal awal  untuk memulai usaha, agar peserta didik dapat membuat produk serta memasarkannya. Untuk dapat memasarkan produk yang dibuat secara aman dan tidak diragukan kualitasnya oleh pembeli maka panitia mengajarkan dan membantu peserta didik untuk mencari Sertifikat sebagai legalitas produk dari Dinas Kesehatan atau BPOM berupa No PIRT (masih dalam proses pengurusan). Disamping itu panitia juga membantu untuk merancang/membuat label agar produk yang dihasilkan lebih menarik, serta disediakan sedikit dana, untuk memantau kembali kegiatan peserta didik.                                 

References

Astawan, M. 2009. Sehat dengan Hidangan Kacang dan Biji-bijian. Penebar Swadaya.
Jakarta.
Koswara, S.1992. Teknologi Pengolahan Kedelai Menjadian Makanan Bermutu. Pustaka
Sinar Harapan. Jakarta.
Meilala,M.,I.Suhaidi,R.J.Nainggolan. 2014. Pengaruh Penambahan Kacang Merah dan Penstabil Gum Arab terhadap Susu Jagung. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian. Vol 2. No 1 Tahun 2014. Hal 57-64.
Pridia,H. 2014. Susu Kacang,Susu Sehat Segala Usia. Gramedia. Jakarta
Salim,E.2012. Kiat Cerdas Wirausaha Aneka Olahan Kedelai.Lily Publisher.Yogyakarta.
Setyani,S.,Medikasari,W.I.Astuti. 2009. Fortifikasi Jagung Manis dan Kacang Hijau terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik Susu Jagung Manis Kacang Hijau.
Section
Articles