PERSIAPAN DESA CIGALONTANG SEBAGAI DESA TUJUAN WISATA AGROKOMPLEK

  • Marleen Sunyoto Peneliti Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran
  • Heni Radiani Arifin Peneliti Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran
  • Muhamad Fadli Peneliti Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran
Keywords: Cigalontang, Tasikmalaya, Desa Wisata, Agrokomplek

Abstract

PPM Prioritas di Desa Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan dalam dua perioda, bertujuan untuk membentuk desa wisata dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki desa tersebut. Langkah yang dilakukan pada semester pertama adalah mengidentifikasi potensi sumber daya alam dan manusia Desa Cigalontang dan menentukan potensi wisata yang paling diinginkan masyarakat Desa Cigalontang dalam rangka persiapan menuju pembangunan desa wisata. Selanjutnya, pemetaan riil potensi wisata dilakukan sebagai bahan untuk dikerjakan pada semester kedua. Metoda kegiatan terdiri dari survei lokasi, Focus Group Discussion (FGD) dan pembuatan lay out Tata Guna Lahan untuk agro wisata. Hasil yang diperoleh adalah: masyarakat lebih menyadari bahwa mereka memiliki setidaknya 17 potensi wisata di Desa Cigalontang melalui bantuan peta topografi, diantaranya wisata agro, peternakan, wisata air, pemancingan, kerajianan tangan, perkemahan/hicking, track motor, wisata seni pertunjukan, wisata olahraga, pengolahan makanan untuk oleh-oleh, wisata alam, tempat peristirahatan, pijit perbaikan tulang, perikanan, produksi air mineral, produksi biogas, dan kultur budaya. Proritas masyarakat Cigalontang adalah pengembangan agro wisata, dengan jenis tanaman yang paling banyak ditanam adalah pisang dan pepaya. Hasil yang diperoleh pada semester kedua adalah: pemahaman masyarakat tentang perbanyakan tanaman secara kultur jaringan dan penanaman sebanyak 200 pohon pisang dari rumah bibit dan dari hasil pemantauan, setidaknya 95% pohon tumbuh baik, pemanfaatan lahan untuk budidaya berbagai varietas pisang, dan praktek pengolahan membuat saus pisang dan klappertart. Dengan demikian buah pisang tidak hanya dimakan secara langsung tetapi juga dapat diolah menjadi produk baru sehingga meningkatkan harga jual. 

References

Irwanto, 2007. Focus Group Discussion: Sebuah Pengantar Praktis. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Prastowo, Andi. 2008. Menguasai Teknik-teknik Data Penelitian Kualitatif. Jogya: DIVA Press.
Winarno, F.G., S. Fardiaz, dan D. Fardiaz. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. PT. Gramedia, Jakarta.
https://id.wikipedia.org/wiki/Budi_daya.\
https://id.wikipedia.org/wiki/Kultur_jaringan\
https://id.wikipedia.org/wiki/Pisang
Section
Articles