PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK TANI TERNAK SAPI POTONG MELALUI PELATIHAN RECORDING USAHA DI KABUPATEN BONE SULAWESI SELATAN

  • Aslina Asnawi Fakultas Peternakan UniversitasHasanuddin, Makassar
  • A.Amidah Amrawaty Fakultas Peternakan UniversitasHasanuddin, Makassar
  • Muh Ridwan Fakultas Peternakan UniversitasHasanuddin, Makassar
  • Palmarudi Palmarudi Fakultas Peternakan UniversitasHasanuddin, Makassar
  • Sofyan Nurdin Kasim Fakultas Peternakan UniversitasHasanuddin, Makassar
  • Sitti Nurlaelah Fakultas Peternakan UniversitasHasanuddin, Makassar
Keywords: Kelompok Tani Ternak, Pelatihan, Recording Usaha

Abstract

Salah satu kelemahan Kelompok Tani Ternak di daerah pedesaan adalah masih minimnya pengetahuan tentang pengelolaan usaha terutama pengelolaan keuangan usaha. Target dan luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah tersedianya format atau panduan untuk membuat pencatatan (recording) usaha peternakan sapi potong meskipun bentuknya sederhana.Kegiatan ini diharapkan dapatmeningkatkanpengetahuan dan keterampilan anggota kelompok sehingga mampu mencatat dan menyusun pembukuan usahanya secara mandiri.Dengan kegiatan ini maka peternak diharapkan mampu menghitung penerimaan, biaya dan keuntungan serta transaksi lainnya yang diperoleh dari usaha pemeliharaan sapi yang dilakukan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak Sapi Potong Kabupaten Bone.Sebelum kegiatan pelatihan dilaksanakan, didahului oleh kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang peran dan pentingnya pembukuan usaha.  Pelaksanaannya mencakup beberapa kegiatan, antara lain: Penyuluhan, Pelatihan dan dilanjutkan Pendampingan. Kegiatan pendampingan dilakukan untuk memandu penyusunan pembukuan dan memonitor hambatan yang dihadapi oleh anggota kelompok.  Keberhasilan kegiatan pengabdian diukur dari kemampuan kelompok tani ternak menyusun pembukuan secara mandiri

References

Asnawi, A. 2013. Determinant of Funding Accessibility and its Impacts to the Performance of Beef-Cow Breeding Enterprises in South Sulawesi Province, Indonesia. European Journal of Business and Management. Vol.5, 29.
Carrer, M.J., Filho, Souza Filho, H.M., Mello Brandao Vinholis, M. 2013. Determinants of Feedlot Adoption by Beef cattle Farmers in The State of Sao Paulo. Revista Brasileira de Zootecnia. 42(11): 824-830.
Mosher, A.T. 1987. MenggerakkandanMembangunPertanian. Syarat-SyaratPokok Pembangunan danModernisasi. CV. Yasaguna.
Nurmanaf, A.R. 2007. Lembaga Informal PembiayaanMikroLebihDekatdenganPetani. AnalisisKebijakanPertanian.PusatAnalisisSosialEkonomidanKebijakanPertanian. Vol. 5 No. 2. Juni. Pp 99-109.
Peraturan Menteri Pertanian Nomor 82/permentan/OT.140/8/2013. Tentang Pedoman Pembinaan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani.
Rivai, V., Veithzal, A.P., Idroes, F.N. 2007. Bank and Financial Institution Management. PT. RajaGrafindo, Jakarta.
Sukarwati (2005). Prinsip Dasar KomunikasiPertanian. IPB Press, Bogor.
Suyitman, S.H. Sutjahjo, C. Herison dam Muladno. 2009. Status Keberlanjutan Wilayah Berbasis Peternakan di Kabupaten Situbondo untuk Pengembangan Kawasan Agropolitan. Jurnal Agro Ekonomi. 27(2), Oktober 2009: 185-191. Pusat Analisis Sosek dan Kebijakan Pertanian Bogor.
Section
Articles