PENERAPAN IPTEK PADA USAHA SABUT KELAPA DI GAMPONG MEURIYA, KABUPATEN ACEH UTARA

  • Satriananda Satriananda Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe
  • Adi Saputra Ismy Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
  • Rudi Syahputra Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe
  • Safari Safari Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
Keywords: Sabut Kelapa, Defibring Machine, Rotary Screen Machine, cocofiber, cocopeat

Abstract

Gampong Meuriya terletak di kawasan Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Gampong ini merupakan salah satu penghasil kelapa di Aceh Utara. Saat ini sebagian besar petani hanya memanfaatkan buah kelapa sebagai sumber pendapatan keluarga, sementara sabut kelapa hanya dibakar atau dibuang sebagai limbah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka melalui kegiatan penerapan Iptek bagi Masyarakat (IbM) ditawarkan solusi penggunaan defibring machine untuk mengurai sabut kelapa dan rotary screening machine untuk memisahkan serat dan ampas sabut kelapa. Kedua mesin tersebut mampu mengolah 500 kg sabut kelapa per hari menjadi produk cocofiber dan cocopeat. Produk cocofiber dijual pada koperasi untuk diekspor, sedangkan produk cocopeat dikemas untuk dipasarkan pada masyarakat sebagai pupuk organik. Melalui kegiatan penerapan Iptek bagi Masyarakat ini, telah berhasil mengubah limbah sabut kelapa menjadi produk cocofiber dan cocopeat yang lebih bernilai ekonomis, sehingga disamping dapat mengurangi limbah sabut kelapa di Gampong Meuriya, kegiatan ini juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru. 

References

Bambang Setiaji, A.H., 2011, Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian, Volume 7, No.2.
Badan Koordinasi Penanaman Modal, 2015, Potensi Kelapa di Kabuten Aceh Utara. Aceh Utara Dalam Angka, 2012.
Section
Articles