SOSIALISASI PEMBUATAN PENGAWET ALAMI PENGGANTI FORMALIN SEBAGAI PENGAWETAN IKAN DESA HAGU BARAT LAUT KOTA LHOSEUMAWE

  • Alfian Putra Politeknik Negeri Lhoseumawe
  • Syarifah Kemala Intan Politeknik Negeri Lhoseumawe
  • Syafruddin Syafruddin Politeknik Negeri Lhoseumawe
Keywords: Alami, Formalin, Jahe, Kunyit, Pengawet, Fermentasi

Abstract

Salah satu mata pencarian penduduk terbesar kota Lhokseumawe adalah nelayan, hal ini dimungkin dengan letak geografis Kota Lhokseumawe yang dikelilingi oleh laut, sehingga sebagian besar adalah  nelayan seperti Desa Hagu Barat Laut yang terletak di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Karena sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan dan pedagang ikan, maka sering melakukan pengawetan ikan terutama pada kelebihan hasil tangkapan. Selain proses pengeringan pengawetan juga dilakukan  dengan menggunakan bahan lain  yang murah dan mudah didapat seperti formalin. Hal ini diduga khusunya masyarakat Desa Hagu Barat Laut Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe yang sebagian besar adalah nelayan (melaut) menerapkan proses pengawetan ini secara turun temurun yang didapatkan dari pendahulu mereka. Permasalahanya adalah mitra saat ini tidak punya pilihan untuk mengganti bahan pengawet yang selama ini mereka gunakan. Untuk inilah Tim IbM Politeknik Negeri Lhokseumawe mencoba memberikan  alternatif  dengan  memperkenalkan  pengawet  alami  dengan  menggunakan bahan baku dari Kunyit, Jahe, kayu manis dan garam  dengan proses fermentasi. Dari hasil pelatihan yang telah dilakukan masayarakat memahami dan mengetahui bahaya formalin dan cara pembuatan pengawet alami. 

References

Adawyah, Rabiatul. 2007.Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Jakarta: PT Bumi Aksara
Afrianto dan Liviawaty. 1991. Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Penerbit Kanisius, Yogyakarta. 125 hal.
Arini,D.I, 2012, Potensi Pango (pangium edule reinw) Sebagai Bahan Pengawet Alami dan Prospek Perkembanganya di Sulawesi Utara, Balai Penelitian Kehutanan Manado
Affandy, 2005. Pengaruh Kondisi Bahan dan Lama Ekstraksi Oleoresin Terhadap Sifat Fisikokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Oleoresin Daun Sirih Hijau (Piper betle L.). Skripsi. FTP UB. Malang.
Afrianti, L. H. 2010. Pengawet Makanan Alami dan Sintesis. Alfabeta. Bandung.
Hastuti, Sri.2010. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Formaldehid pada Ikan Asin di Madura.
AGROINTEK Vol. 4, No.2 Agustus 2010.Hustani, Mega N. 2009. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun
Hustani, Mega N. 2009. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight) terhadap Bakteri Penyebab Diare. Skripsi.Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Himawati, E. 2010. Pengaruh Penambahan Asap Cair Tempurung Kelapa Destilasi dan Redestilasi Terhadap Sifat Kimia, Mikrobiologi, dan Sensoris Ikan Pindang Layang (Decapterus spp) Selama Penyimpanan. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta
Kosawara, S. 2009, Pengawet Alami Untuk Produk Bahan Pangan, E-Book Pangan.com
Suryani, Y. 2001. Penggunaan Bakteri Asam Laktat dalam Fermentasi Sauerkraut sebagai Alternatif Pengawetan dan Pengolahan Kubis (Brassica oleracea var capitata f. alba). Thesis. Bidang Khusus Mikrobiologi, Program Studi Biologi, Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Sulistyani, Y., Andrianto, S., Indraswati, N., Ayucitra, A. 2011. Ekstraksi Senyawa Fenolik dari Limbah Kulit Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) sebagai Antioksidan Alami. Jurnal Teknik Kimia Indonesia. Vol. 10 (3): 112-119.
Widaningrum dan Winarti, Christina.2010. Kajian Pemanfaatan Rempah-Rempah Sebagai
Pengawet Alami pada Daging.Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia XXVII.
Section
Articles