PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN KAMPUNG JAMUR

  • Andi Kasirang Program Studi Agribisnis
  • Ade Sugiarti Kumalasari Program Studi Agrotenologi
  • Helda Ibrahim Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Makassar
  • St Rohani Program Studi Peternakan Departemen Sosial Ekonomi Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin
  • Heliawaty Heliawaty Program Studi Agribisnis Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Hasanuddin
Keywords: Pemberdayaan, Jamur Tiram, Kumbung Jamur, Teknik budidaya, Inokulasi.

Abstract

Jamur tiram merupakan jamur pangan dari kelompok Basidiomycota yang mudah tumbuh dan hampir tumbuh sepanjang tahun. Disamping mempunyai nilai gizi yang tinggi, permintaan akan produksi jamur tiram ini juga meningkat dimana permintaan rumah makan, hotel dan swalayan meningkat dari tahun ke tahun.Budidaya jamur tiram skala rumah tangga bagi ibu-ibu Rumah Tangga Lempangang di kampung Lempangang RT 8 dan RT 9 RW 02 Kelurahan Bori Masunggu Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memberdayakan ibu-ibu yang selama ini mempunyai waktu yang lowong. Jamur tiram dipilih karena merupakan salah satu komoditi ekonomis yang mudah dibudidayakan oleh ibu-ibu rumah tangga dan juga mempunyai potensi besar untuk dikembangkan karena nilai gizi yang tinggi dan tingkat permintaan pasar yang semakin meningkat. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk menghasilkan produksi jamur tiram yang bernilai gizi tinggi dan ekonomis.Metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi ke ibu-ibu rumah tangga di kampung Lempangang tentang budidaya jamur tiram, kemudian melakukan pelatihan teknik penyiapan media tanam dan inokulasi bibit, pelatihan budidaya jamur tiram, praktek  membuat kumbung dan inokulasi bibit. Hasil dari pengabdian adalah terbentuknya dua kelompok ibu-ibu rumah tangga yang mengetahui manfaat jamur tiram dan pentingnya memanfaatkan sumberdaya yang ada baik dari sisi waktu luang, tenaga kerja dan bahan yang tersedia di kampung Lempangan tersebut. Dua kelompok yang membudidayakan jamur tiram, mulai dari penyiapan media tanam, inokulasi bibit sampai ke teknik budidaya jamur tiram. Dalam membudidayakan jamur ini, substrat yang dipakai harus dari habitat alaminya, umumnya digunakan serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu yang banyak di lokasi mitra. 

References

Balqis, Sitti. 2010. “Analisis Finansial Pengusahaan Jamur tiram di kota Samarinda”. Program Sarjana. Universitas Mulawarman Samarinda.
Feriady, Anton. 2011. Analisis Usahatani Jamur Tiram. Program Sarjana. Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Bengkulu
Gumbira, dkk.2001. Manajemen Agribinis. PT Ghalia Indonesia. Jakarta
Hesti, R. W. 2012. Identifikasi kebutuhan teknologi pertanian dalam usaha pertanian menurut perspektif petani perempuan: tantangan bagi peneliti. Yogyakarta.
Maulana, Erie. 2012. Panen jamur Tiap Musim (Panduan lengkap Bisnis dan Budi Daya Jamur Tiram). Lily Publisher. Yogyakarta.
Parjino. Dkk. 2009. Budidaya Jamur. Agromesia.Jakarta
Purbawana, Atika. 2009. Kinerja pengelola UKM laki-laki dan pengelola UKM perempuan. Jakarta.
Oja, Andi Tenri. 2011. Strategi Pengembangan Jamur Tiram. Skripsi Program Sarjana Universitas Islam Makassar. Makassar.
Tenri Dahryati, Andi, 2014. Dimensi Gender dalam Pengembangan Agribisnis JamurTiram di Kabupaten Gowa. Skripsi pada Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Islam Makassar.
Section
Articles