IbPE KOPI GAYO SPECIALTY KUALITAS EKSPOR DI TAKENGON

  • Raudah Raudah D3 Teknik Kimia, Jurusan Teknik Kimia
  • Eka Kurniasih D3 Teknik Kimia, Jurusan Teknik Kimia
  • Indrawati Indrawati D4 Teknik Multimedia dan Jaringan, Jurusan Teknik Informatika Komputer Politeknik Negeri Lhokseumawe
Keywords: kopi, program IbPE, ekspor, spesialty, uji citarasa.

Abstract

Program IbPE Kopi Gayo Specialty Kualitas Ekspor direncanakan akan dilaksanakan selama tiga tahun bertujuan untuk: (1) meningkatkan kualitas hasil produksi kopi Gayo spesialty pada kedua UKM mita dengan menerapkan  bangunan penjemuran sekaligus pengeringan, mesin pengukur kadar air, peralatan sortasi, dan mesin roasting (b) meningkatkan kuantitas produksi kopi Gayo pada kedua UKM; dengan perbaikan manajemen perawatan (3) meningkatkan kuantitas dan memperluas wilayah pemasaran produk ekspor dengan  pembuatan CD cataloc dan web base marketing, pelatihan SDM, dan penataan showroom, pelatihan uji cita rasa (cupping Test), pembuatan kode produksi (barcode); serta (4) mengatasi pencemaran lingkungan dengan membuat pelatihan pembuatan bioetanol dan pembuatan biobriket dari limbah kulit tanduk kopi.Metode pelaksanaan program diawali dengan seminar awal, koordinasi untuk merencanakan pemecahan permasalahan UKM,  pelaksanaan program sesuai dengan kesepakatan dan program yang telah direncanakan, evaluasi, perbaikan hasil pelaksanaan program, dan diakhiri dengan seminar hasil kegiatan. Kegiatan yang terlaksana pada Mitra I diantaranya pembuatan bangunan penjemuran dan telah diselesaikan sekitar 50% dari total proyek dan telah mampu meningkatkan kapasitas dan efektifitas proses penjemuran kopi.  Pelatihan peningkatan citarasa kopi telah menjadi acuan bagi Mitra I dalam melakukan pengolahan kopi bila menghadapi cuaca ekstrim dimana skor citarasa berada dalam range 84,0 hingga 86,25.  Pembuatan peralatan sortasi sederhana mampu mengurangi kebutuhan tenaga kerja sebesar 70% dan hemat waktu serta biaya. Pelatihan pembuatan bioetanol dan pembuatan biobriket dari limbah kulit tanduk kopi telah mampu menjadikan Mitra I sebagai suatu usaha yang mampu memanfaatkan limbah dengan baik.Kegiatan yang terlaksana pada Mitra II adalah pengadaan mesin roasting kapasitas 3 Kg sehingga mampu memenuhi permintaan dan suplai kopi di pasaran.  Pelatihan pembuatan laporan keuangan dan pembenahannya juga mampu menganalisa laba rugi pada Mitra II.  Mitra II telah mengikuti festival kopi tingkat Internasional di Medan dalam rangka promosi pemasaran.

References

Biji kopi arabika Gayo.http://ditjenbun.deptan.go.id/budtanreyar/index.php?option=com_content&view=article&id=113:pengembangan-kopi-arabika-berkesiambungan. Diaksespada 28 Februari 2013.
Kebijakan Peningkatan Daya Saing Ekspor Kopi .http://agribisnis.deptan.go.id/mobile/?content=informasi_mobile&id=1&sub=5&kat=54&fuse=1523. Diakses pada 20 Januari 2013.
Tjokrowinoto, M. 2002. Kopi Kajian Ekonomi Sosial. Yogyakarta: Kanisius.
Section
Articles