UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI dan KUALITAS BUDIDAYA SERTA OLAHAN JAMUR TIRAM PUTIH di KABUPATEN BELU NTT

  • MM Endah Mulat Satmalawati Agroteknologi,Fakultas Pertanian
  • Nikolas Nik Agroteknologi,Fakultas Pertanian
  • Sirilus Nafanu Manajemen, Fakultas Ekonomi
Keywords: Tiram, UD, Jamur Tiram Atambua, Peningkatan kapasitas produksi

Abstract

Usaha budidaya jamur tiram putih di Mutabuik dengan nama UD “Jamur Tiram Atambua”merupakan satu-satunya usaha budidaya jamur di wilayah Kabupaten Belu (Atambua) Nusa Tenggara Timur, dan masih jarang ditemui di daratan Timor (Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan  Kabupaten/Kota Kupang). UD “Jamur Tiram Atambua” mampu membudidayakan 4.000 media dalam setiap periode tanam, dengan kondisi proses budidaya yang masih terbatas seperti alat sterilisasi, ruang inokulasi dan inkubasi yang berkapasitas terbatas dan belum memenuhi kondisi yang diharapkan untuk menunjang keberhasilan budidaya jamur tiram ini. Dengan makin besarnya permintaan pasar maka  kapasitas budidaya jamur tiram ini maka diperlukan peningkatan kapasitas produksi dengan memperbaiki kondisi proses budidaya jamur. Kegiatan pengabdian masyarakat penerapan Ipteks yang telah dilakukan dapat meningkatkan kapasitas produksi dengan menambah kemampuan kapasitas alat dan prasarana yang dibutuhkan, seperti alat sterilisasi, ruang inokulasi dan inkubasi yang semula berkapasitas 200 media dapat ditingkatkan menjadi 600 media. Dengan perbaikan teknik budidaya jamur tiram juga dapat meningkatkan kualitas hasil jamur tiram seperti massa tudung jamur tiram per media yang meningkat dan tudung jamur yang makin tebal dan putih.   Meningkatnya kapasitas jamur tiram hasil budidaya berdampak pada peningkatan kapasitas kripik jamur tiram sebagai bentuk olahannya. Kapasitas produksi kripik jamur yang semula memiliki kapasitas per hari menghasilkan 5 kg kripik atau 30 kg per minggu, setelah dilakukannya kegiatan pengabdian kapasitas dapat ditingkatkan menjadi 2 x semula yaitu 10 kg per hari atau 60 kg per minggu. Selain itu kualitas kripik dapat ditingkatkan dengan adanya alat spinner (peniris minyak) yang membuat kripik jamur lebih kering dan lebih tahan pada saat disimpan pada kemasan.Metode yang diterapkan pada kegiatan pengabdian ini adalah berupa transfer Ipteks perbaikan proses budidaya jamur tiram yaitu desain alat sterilisasi, ruang inokulasi dan ruang inkubasi yang dapat meningkatkan kapasitas produksi jamur tiram dan juga perbaikan proses pembuatan kripik jamur untuk meningkatkan kualitas produk. Selain itu juga membantu memperbesar pangsa pasar dengan membuat sarana promosi seperti leaflet usaha sehingga dapat dikenal lebih luas masyarakat. 

References

Desna. 2010. Kajian Proses Sterilisasi Media Jamur Tiram Putih Terhadap Mutu Bibit Yang Dihasilkan. IPB.
Suriawiria U. 2002. Budidaya Jamur Tiram. Penerbit Kanisius. Yogyakarta
Susilawati dan Budi Raharjo, 2010. Budidaya Jamur Tiram (Pleourotus ostreatus var florida)yang Ramah Lingkungan. Materi Pelatihan Agribisnis. BPTP Sumatera Selatan
Section
Articles