KEDELAI LOKAL BALI, BAHAN BAKU TEMPE TINGGI NUTRISI, ANTIOKSIDAN, DAN ORGANOLEPTIK SERTA BERKHASIAT OBAT

  • I Gusti ayu Ari Agung Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I M Sukerta Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Dewa Nyoman Raka Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Diantariningsih Diantariningsih Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: Kedelailokal Bali, tempe, nutrisi, obat

Abstract

Bali sebagai daerah tropis memiliki potensi besar untuk menghasilkan kedelai yang memiliki kualitas yang lebih baik. Kedelai impor tak tertutup kemungkinan juga merupakan kedelai hasil rekayasa genetik yang kandungan nutrisinya lebih rendah daripada kedelai lokal Bali. Kedelai lokal Bali menghasilkan tempe dengan gizi dan organoleptik yang secara signifikan lebih tinggi dan lebih sehat daripada kedelai impor, karena kandungan antinutrisi tempe kedelai lokal Bali signifikan dapat diturunkan.  Tujuan penulisan  adalah untuk menginformasikan kepada masyarakat luas bahwa kedelai lokal Bali, bahan baku tempe tinggi nutrisi, antioksidan, dan organoleptik serta berkhasiat obat, dalam upaya peningkatan produksi kedelai lokal Bali semakin digalakkan. Kedelai lokal Bali lebih tinggi kandungan protein dan beta karoten, dan berbagai macam nutrisi lain daripada kedelai impor, serta memiliki nilai obat, seperti antibiotik untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan untuk mencegah penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung koroner, diabetes, kanker, hipertensi,osteoporosis,penuaandini,menopausedanlain lain

References

Anonimus. 2015. Benefits of Tempeh. Diakses 9 Januari 2016. http://benefits-of-tempeh
Anonimus. 2016a. Kontribusi kedelai Lokal Bali Minim. www.antara.bali.com. Diakses 19 Februari 2016.
Anonimus. 2016b. USDA National Nutrient Database for Standard Reference. http://ndb.nal.usla.gov/ndb/foods/. Diakses Mei 2016.
Ari Agung, IGA. 2000. Pengaruh Pengasaman dan Lama Fermentasi dalam Pembuatan Tempe Kedelai terhadap Kadar Senyawa Antinutrisi Tanin dan Tingkat Kesukaan Konsumen (Tesis). Unair. Surabaya.
Ari Agung, IGA. 2013. Suplementasi Kombinasi Tempe M-2 dengan Wortel Meningkatkan HDL dan Antioksidan Total, serta Menurunkan LDL, F2-Isoprostan dan IL-6 pada Wistar Aterosklerosis. (Disertasi). Unud. Denpasar.
Ari Yuniastuti. 2008. Gizi dan Kesehatan. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Astuti, M. 1995a. Memperbaiki Kualitas Tempe. Pangan No. 22 Vol. VI. Bulog. Jakarta.
Astuti, M. 1995b. Sejarah Perkembangan Tempe. Proseding Pengembangan Tempe dalam Industri Pangan Modern. Yayasan Tempe Indonesia. Jakarta.
Farida Amnesiana. 2015. Tempeh : The Super Healthy Probiotics Food. Diakses 9 Januari 2016. http://health/tempeh-the-super-healthy
Haezer, EP. 2012. Kedelai Lokal Lebih Kaya Protein. http://surabaya.tribunnews.com/ . Diakses Februari 2016.
Handjani, S. 2001. Indigenous mucuma tempe as Functional Food. Asia Pac. .Clin.Nutr.10.
Holford, P. 1992. Optimum Nutrition Work Book.All the Facts You Need to Know for a Healthy Life. Ion Press England.
Kasmidjo, RB. 1990. Tempe, Mikrobiologi dan BiokimiaPengolahan serta Pemanfaatannya. PAU Pangan dan Gizi, UGM. Yogyakarta.
King , R.A. 2002. Soy Isoflavones in Foods: Processing Effects and Metabolism. Asa Technology Bulletin, 87 (10):1-10.
Kohlmeier, M. 2003. Nutrient Metabolism. Elsevier Ltd. USA.
Krisna. 2015. Sejarah dan Perkembangan Tempe. http://rumahtempebali.wordpress.com. Diakses Januari 2016.
Miliani. 2013. Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai terhadap Inokulasi Bradyrhizobium. http://1512-5659-1-PB.pdf. Diakses Januari 2016.
Odumodu, CU. 1992. Antinutrients Content of Some Locally Available Legumes and Cereals in Nigeria. Trop. Geogr. Med. Jul;44(3). Departement of Paediatrics. Faculty of Medical Science, University of Jos. Nigeria.
Risnawati, Y. 2015. Komposisi Proksimat Tempe yang dibuat dari Kedelai Lokal dan Kedelai Impor. Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Soobrattee, M.A., Neergheen, V.S. 2005. Phenolic as potential antioxidant therapeutic Agents: Mechanism and actions. Mutation Research, 579(1-2): 200-13.
Sutika (2015). Produksi kedelai di Provinsi Bali pada 2014. Antara Bali. Denpasar.
Susianto, dan Rita, R. 2013. Fakta Ajaib Khasiat Tempe. Penebar Plus. Jakarta.
Utari, DM. 2011. “Efek Intervensi Tempe terhadap profil Lipid, SOD, LDL, HDL, dan MDA pada Wanita Menopause” (tesis). IPB. Bogor.
Section
Articles