IbW DESA MELAYA DAN DESA CANDIKUSUMA KECAMATAN MELAYA, KABUPATEN JEMBRANA, PROPINSI BALI

  • I Made Legawa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar
  • Ni Wayan Rustiarini Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Yudistira Adnyana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Ngurah Rai
Keywords: iptek, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan

Abstract

Pengembangan masyarakat melalui program IbW dimotivasi oleh kurangnya pemanfaatan potensi masyarakat, sumber daya alam, dan lingkungan. Program IbW ini terletak di Desa Melaya dan Desa  Candikusuma, Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana Provinsi Bali dan direncanakan selama tiga tahun dari tahun 2016 hingga 2018. Ada tiga pihak yang tergabung dalam program ini Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Mahasaraswati Denpasar, dan Pemerintah Daerah Jembrana. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kemandirian kesejahteraan masyarakat melalui partisipasi aktif keterlibatan publik. Perguruan tinggi mitra adalah Universitas Ngurah Rali Bali.Kajian awal yang dilakukan tim IbW pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk Desa Melaya dan Desa Candikusuma fokus pada tiga aspek kegiatan, meliputi sumber daya manusia, kesehatan, dan pendidikan. Program sumber daya manusia untuk menghasilkan produk ekonomi pada kegiatan tahun pertama dilakukan dengan memberikan penyuluhan untuk pembentukan koperasi nelayan, pembuatan kandang lebah madu dan metode panen madu yang baik, pembuatan pestisida untuk hama dan penyakit kakao, pembuatan pupuk organic dari kotoran sapi, serta pengolahan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis. Aspek kesehatan meliputi penyuluhan tentang penghapusan pelecehan seksual anak-anak, kekerasan rumah tangga dan puluhantentang pola asuh anak untuk PKK. Aspek kesehatan pembuatan demplot tanaman TOGA dan penyuluhan tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga, serta praktek pembuatan jamu tradisional dari tanaman TOGA. Aspek pendidikan meliputi workshop media pembelajaran IPA dan dan pembuatan alat peraga untuk pembelajaran  matematika.Keberhasilan pelaksanaan program IbW pada tahun pertama untuk aspek sumber daya manusia mencapai 80 persen, 90 persen untuk aspek kesehatan, dan 85 persen untuk aspek pendidikan. Diharapkan program ini dapat dilakukan secara berkelanjutan pada tahun 2017 untuk mencapai hasil yang maksimal. Beberapa hambatan untuk pelaksanaan kegiatan adalah jarak dari desa target cukup jauh, dan keterbatasan sarana kerja dan kegiatan pendanaan.

References

Damsar.2010. Pengantar Sosiologi Politik. Kencana Prenada Media Group:Jakarta
Ibrahim. J.T. 2003. Sosiologi Pedesaan. Univ.Muhammadiyah Malang:Malang
Jabal. T.I. 2003. Sosiologi Pedesaan. Universitas Muhammadiyah Malang:Malang
Jayadinata. J.T, dan IGP. Pramandika. 2006. Pembangunan Desa Dalam Perencanaan. ITB: Bandung
Johara.T.J, pramandika. 2006. Pembangunan Desa dalam Perencanaan. ITB; Bandung.
Kuntowijiyo. 2006. Budaya dan Masyarakat.Tiara Wacana: Yogyakarta
Lawang.R.M.Z. 2005. Kapital Sosial dalam Perspektif Sosiologi Suatu Pengantar.FISIP UI Press: Jakarta
Pemdes Candikusuma. 2013. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Desa) 2013-2018.
Soetomo.2009. Pembangunan Masyarakat Merangkai Sebuah Kerangka.Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Sembiring.G.M.2008. The Art of Great Teaching Series” Mengungkap Rahasia dan Tips Manjur Menjadi Guru Sejati, Galang Press. Jogyakarta.
Section
Articles