IbM Petani Garam Pantai Kusamba

  • Ni Luh Desi In Diana Sari Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar
  • I Nengah Sudika Negara Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar
  • I Dewa Ayu Sri Suasmini Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar
Keywords: IbM, Petani Garam, Pantai Kusamba

Abstract

Kegiatan IbM Petani Garam Pantai Kusamba bertujuan untuk 1). Membantu memasarkan garam yang dihasilkan oleh kelompok tani garam Kusamba. 2). Memfasilitasi pengurusan ijin BPOM. 3). Menciptakan identitas merek berupa logo, atribut kemasan dan media promosi untuk medukung pemasaran garam yang dihasilkan oleh kelompok tani garam Kusamba. 4). Membantu menata lokasi pengolahan air laut menjadi garam yang diguanakan oleh kelompok tani garam Kusamba, agar layak dikunjungi oleh wistawan5). Memotivasi kelompok tani garam pantai Kusamba agar tetap mempertahankan cara pengolahan garam tradisional yang telah diwariskan secara turun – temurun.Target khusus yang ingin dicapai melalui kegiatan ini adalah membantu memasarkan garam yang dihasilkan oleh kelompok tani garam Kusamba (kelompok tani Amarta Segara dan Segaraning Merta, sebagai oleh – oleh. Memotivasi petani garam agar tetap melestarikan pengolahan garam secara tradisional. Karena pengolahan garam yang dilakukan terbilang unik dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Selain itu kualitas garam yang diproduksi oleh kelompok tani garam Kusamba diakui hingga ke Jepang, dan Italia namun akses pasarnya masih sulit ditembus. Metode yang dilakukan guna menghasilkan target luaran untuk mencapai tujuan diantaranya: 1). Membantu memfasilitasi pengurusan ijin BPOM. Target luaran yang telah dicapai adalah garam sudah diuji kandungan mineral dan iodiumnya. 2). Memberikan pelatihan desain kemasan untuk mendukung pemasaran produk garam oleh kelompok tani garam Kusamba. Target luarannya berupa garam yang sudah dikemas dalam kemasan kantong berdiri dengan berat 150gr dan sudah dibubuhi label sebagai informasi produk. 3). Memberikan bantuan alat penunjang produksi dan pengemasan. 4). Membantu pengembangan desain kemasan dengan membuatkan logo sebagai identitas merek, desain kemasan yang menarik untuk mengemas garam. 5). Memberikan pelatihan dan ketrampilan dalam membuat kemasan kertas dengan teknik cetak sablon. 6). Membantu menata lokasi dengan pembenahan lapak – lapak pembuatan garam dan membubuhkan papan informasi agar wisatawan yang datang memperoleh gambaran mengenai aktifitas Nguyah yang dilakukan kelompok tani garam Kusamba.

References

Julianti, Sri. The Art Of Packaging, Mengenal Metode, Teknik, dan
Strategi Pengemasan Produk Untuk Branding dengan Hasil Maksimal, PT.
Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 2014;14
Section
Articles