PULIHNYA KUAT TEKAN BETON PASCA KEBAKARAN SETELAH DILAKUKAN PENYIRAMAN AIR.

  • I Made Sastra Wibawa
  • I Gede Ngurah Sunatha
Keywords: Kuat Tekan Karakteristik, Beton terbakar, Penyiraman air.

Abstract

Beton sebagai bahan konstruksi yang material dasarnya sebagian besar berada di alam dan kondisinya semakin langka oleh sebab itu kiat-kiat efisiensi perlu ditingkatkan, beton belakangan ini masih memegang rekor tertinggi sebagai bahan konstruksi dalam pembangunan, oleh sebab itu selain efisien dalam penggunaan bahan perlu juga terobosan untuk mencari bahan pengganti, oleh sebab itu dituntut adanya teknologi baru dalam penggunaan bahan konstruksi.pesatnya pembangunan fisik yang terjadi berarti pesat juga perkembangan teknologi, kondisi ini sering tidak diikuti oleh penguasaan yang memadai terhadap perkembangan teknologi bahan konstruksi.Terjadinya bencana kebakaran tidak menutup kemungkinan membuat keragu-raguan dalam penggunaan beton meskipun konstruksi beton masih kokoh setelah mengalami kebakaran, sehingga diperlukan usaha agar beton masih dapat dipakai tanpa melakukan pembongkaran. Dalam penelitian ini dicoba melakukan pembakaran terhadap beton kemudian padanya dilakukan penyiraman air dengan variasi satu sampai tiga kali penyiraman air.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kuat tekan beton yang terjadi akibat terjadinya kebakaran, dan seberapa besar kuat tekan beton yang terjadi setelah padanya dilakukan penyiraman air.Penelitian ini di lakukan di laboratorium Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali yaitu melalui pengujian kuat tekan beton menggunakan benda uji kubus 15x15x15 Cm. Variasi pembuatan benda uji dibuat dalam lima perlakuan dengan masing-masing perlakuan 8 buah benda uji dan pengujian kuat tekan dilakukan pada saat umur 28 hari. Hasil Kuat Tekan yang diperoleh P0 = 230,91 Kg/Cm2 ; PI = 220,76 Kg/Cm2 ; P II = 224,56 Kg/Cm2 ; P III = 226,75 Kg/Cm2 ; P IV = 229,26 Kg/Cm2.Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kuat tekan beton setelah dibakar, namun setelah dilakukan penyiraman air kuat tekannya semakin naik seiiring naiknya jumlah penyiraman. Oleh sebab itu, berdasarkan hasil penelitian ini beton yang mengalami kebakaran apabila kemudian dilakukan penyiraman air maka beton tersebut masih dapat dipergunakan, namun untuk lebih meyakinkan perlu dilakukan penelitian langsung di lapangan.

References

Bakta I. M. ; 1997 ; Rancangan Penelitian. Penataran sehari : tentang Metode Penelitian. Diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, 15 Pebruari 1997. Denpasar
.
Bayuasri, Trisni ;2010 ; Alternatif Perbaikan Beton Pasca Kebakaran ; http://untarconstruction.com, download 28 Mei 2010.

Hadi. S ; 1995 ; Metodologi research, Jilid IV ; Andi Offset, Yogyakarta.

Indrayanto.H ; 2008 ; Perbaikan Beton Pasca Kebakaran ; http://untarconstruction.com, download 28 Mei 2010.

Subakti A , 1994, Teknologi Beton Dalam Praktek, Jurusan Teknik Sipil FTSP, ITS, Surabaya.

Wangsadinata Wiratman, 1971, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan, Direktorat Jendral Cipta Karya, Peraturan Beton Indonesia 1971 N.I.-2,

Wibawa Sastra ; 2010 ; Turunnya Kuat Tekan Karakteristik Beton Pasca Bencana Kebakaran ; FT. UNMAS., Denpasar.
Section
Articles