UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA TANI PENGGEMUKAAN SAPI BALI SEBAGAI INTEGRASI PERTANIAN PADA KELOMPOK TANI TERNAK DHARMA CANTHI, DUSUN KESIAN, DESA LEBIH KECAMATAN GIANYAR, KABUPATEN GIANYAR

  • Ni Putu Sukanteri
Keywords: penggemukkan sapi, R/C Ratio

Abstract

Ternak sapi, khususnya sapi potong merupakan salah satu sumber penghasil bahan makanan berupa daging yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dan penting artinya di dalam kehidupan masyarakat. Seekor ternak sapi bisa menghasilkan berbagai macam kebutuhan, terutama sebagai bahan makanan berupa daging, di samping hasil ikutan lainnya, seperti pupuk kandang, kulit, dan tulang. Para peternak sapi umumnya menjual sapi-sapinya pada pedagang ternak dengan harga perkiraan. Oleh karena itu, para peternak merasa harga yang mereka terima terlalu rendah sehingga timbulah hasrat mereka untuk mengupayakan harga penjualan sapi yang bernilai lebih dengan menggemukkannya lebih dahulu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pendapatan usaha agribisnis penggemukkan sapi dan motivasi petani untuk memelihara ternak sapi di tengah usahanya mengembangkan pertanian. Lokasi penelitian dilakukan  pada Kelompok “Tani Ternak Dharma Canthi”,  yang berlokasi di Dusun Kesian, Desa Lebih Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar. Penentuan lokasi ini dengan metode purpose. Usaha penggemukkan sapi Bali pada Kelompok Tani Ternak Dharma Canthi, Dusun Kesian, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, mempunyai prospek yang menjanjikan dan memiliki prospektif yang bagus untuk motif berjaga-jaga atau sebagai tabungan. Rata-rata biaya yang dikeluarkan  selama satu  kali produksi penggemukan sapi sebesar Rp 82.502.961 untuk pemeliharaan rata-rata 11 ekor penggemukan sapi, Rata-rata penerimaan yang diperoleh selama satu kali produksi penggemukan sapi sebesar Rp 177.417.000. Keuntungan produksi sapi rata-rata sebesar Rp 7.821.818 perbandingan antara penerimaan dan pengeluaran (R/C) usaha penggemukkan sapi menghasilkan R/C rasio sebesar 2,15. Kesimpulan bahwa usaha penggemukkan sapi Bali memberikan keuntungan dan layak diteruskan. BEP diperoleh pada saat petani memelihara ternak sapi secara intesif satu ekor.

References

Guntoro. 2002. Membudi dayakan Sapi Bali. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Mubyarto, 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta:LP3ES
Siregar, S. B. dan Tambing. 1995. Analisis Penggemukan Sapi Potong di Desa Gebang. Kabupaten Wonogiri. Jawa Tengah. Bogor: Pusat Pengembangan Penelitian Ternak Sapi
Section
Articles